Transjakarta: Pembangunan JPO Sarinah untuk Aksesibilitas dan Kebutuhan Disabilitas

Minggu, 11 Januari 2026 – 07:00 WIB

Jakarta, VIVA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan kalau revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah adalah bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan aksesibilitas inklusif di daerah yang padat aktivitas.

Baca Juga :


Dibongkar Anies, Pramono Ingin Bangun Kembali JPO Sarinah

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menyampaikan bahwa revitalisasi ini sejalan dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Fokus utamanya adalah memastikan kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil punya fasilitas penyeberangan yang aman dan nyaman dengan menyediakan lift.

“Fokus utama kami adalah memastikan kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil memiliki fasilitas yang aman dan nyaman untuk menyeberang di kawasan padat tersebut melalui penyediaan lift,” kata dia, dikutip Minggu, 11 Januari 2026.

Baca Juga :


Kenaikan Tarif Transjakarta Ditunda, Stafsus Gubernur Bongkar Alasannya

Ia menegaskan, pembangunan JPO Sarinah tidak akan menghilangkan fasilitas penyeberangan yang sudah ada. Pelican crossing di daerah tersebut tetap akan beroperasi normal dan bisa dipakai pejalan kaki untuk menyeberang di permukaan jalan.

Dengan begitu, JPO Sarinah akan berfungsi sebagai pilihan tambahan yang terintegrasi dengan transportasi publik. Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan, revitalisasi ini juga bertujuan mengembalikan nilai sejarah JPO Sarinah sebagai jembatan penyeberangan orang pertama di Indonesia.

Baca Juga :


ASDP Catat Penumpang Penyeberangan Periode Nataru 2025/2026 Capai 3,4 Juta Orang, Naik 8 Persen

“JPO Sarinah akan berfungsi sebagai opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik, sekaligus mengembalikan nilai sejarahnya sebagai JPO pertama di Indonesia,” kata dia lagi.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta akan membangun kembali JPO di Sarinah, Jakarta Pusat karena masih sangat diperlukan, khususnya untuk kaum disabilitas.

MEMBACA  Presiden Macron Menyewa Detektif untuk Selidiki Tuduhan Istrinya Lahir Sebagai Pria

“Jadi, JPO Sarinah sedang dikaji. Ini memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasannya, kemudian kenapa diadakan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Selatan, Jumat.

Pramono menilai, JPO itu masih dibutuhkan oleh kaum disabilitas untuk membantu mereka menyeberang jalan dengan aman. Meski begitu, Pramono mengerti ada pro dan kontra jika JPO tersebut diaktifkan kembali.

Salah satu komentar berasal dari kelompok pejalan kaki yang ingin penyeberangan tetap dilakukan di permukaan jalan melalui “pelican crossing”.

Pelican crossing adalah fasilitas penyeberangan jalan untuk pejalan kaki yang dilengkapi lampu lalu lintas dan tombol khusus.

Halaman Selanjutnya

Menanggapi hal itu, Pramono memastikan fasilitas itu tidak akan ditutup sehingga warga tetap bisa menyeberang di bawah, sementara JPO disediakan sebagai pilihan lain.

Tinggalkan komentar