Jakarta (ANTARA) – TNI bersama perusahaan listrik negara PT PLN memasang tiga unit generator di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, pada Sabtu (3 Januari) untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Berdasarkan pernyataan Pusat Penerangan TNI AD di Jakarta pada Minggu, misi pemulihan listrik ini dilakukan di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Cermin. Sebanyak 25 personel TNI dari dua kesatuan dan lima teknisi PLN terlibat dalam operasi ini.
Tim berhasil mengangkut dan mengoperasikan generator hingga kapasitas penuh sekitar pukul 19.30 waktu setempat, setelah tiga hari menelusuri sungai, jalur terjal, dan hujan deras. Perjalanan mereka termasuk trekking sejauh enam kilometer dengan membawa semua peralatan yang diperlukan.
Dalam pernyataannya, TNI AD menyebut misi ini sebagai wujud kepedulian dan komitmen negara dalam membantu masyarakat terdampak bencana serta mempercepat upaya pemulihan, menyusul banjir besar dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra akhir November tahun lalu.
Misi ini menyusul pengiriman 1.000 generator diesel portabel dan 3.000 kompor gas oleh Kementerian ESDM pada 27 Desember, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Saat melepas keberangkatan bantuan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan generator sangat dibutuhkan untuk menyuplai listrik ke sejumlah desa di Aceh yang jaringan listriknya bertegangan rendah.
Dia menjelaskan generator diangkut menggunakan pesawat Hercules TNI AU, dan menambahkan bahwa kementeriannya telah membentuk tim gabungan dengan Pertamina untuk memastikan pasokan solar yang mencukupi.
Lahadalia memastikan semua bantuan telah diperiksa, datanya dikumpulkan, serta dikemas sesuai standar keamanan logistik agar siap digunakan saat tiba.
Berita terkait: PLN jamin pasokan listrik di 15.000 shelter bencana Sumatra
Berita terkait: Fasilitas vital pulih bertahap di area bencana Sumatra: Menteri
Berita terkait: Semua gardu induk Aceh sudah beroperasi penuh: CEO PLN
Penerjemah: Nadia Putri, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026