Tim Gabung Padamkan 23 Hektar Kebakaran Hutan di Kabupaten Aceh Barat

Meulaboh (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat telah berhasil memadamkan kebakaran hutan seluas 23,4 hektar dari total 50,2 hektar yang terbakar di beberapa lokasi.

“Saat ini, masih tersisa lahan terbakar seluas 26,8 hektar. Upaya pemadaman oleh tim gabungan masih terus dilakukan,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald, kepada wartawan di Meulaboh, pada Kamis.

Peningkatan luas lahan terbakar ini dikarenakan oleh penyebaran titik panas (hotspot) yang memperhebat api di lapangan.

Selain itu, angin kencang di setiap lokasi menyebabkan api menyebar dengan cepat, sehingga memperluas area yang terdampak.

Ronald memaparkan bahwa area yang sudah dipadamkan meliputi tujuh hektar di Desa Suak Raya, lima hektar di Desa Lapang (Ujong Beurasok), dan empat hektar di Desa Suak Nie.

Sementara itu, di Kecamatan Meureuboh, regu berhasil membersihkan satu hektar di Desa Alue Peunyareng dan 0,5 hektar di Desa Ujong Tanoh Darat.

Di Kecamatan Woyla, 0,5 hektar dipadamkan di Desa Aron Baroh, 3,9 hektar di Desa Blang Luah, dan 1,5 hektar di Desa Meunasah Rambot yang berada di Kecamatan Kaway XVI.

Upaya pemadaman saat ini terkonsentrasi di Kecamatan Johan Pahlawan, di mana sekitar 3,5 hektar masih aktif di Desa Suak Raya, enam hektar di Desa Suak Nie, dan 4,5 hektar di Desa Lapang.

Tim juga fokus di Desa Ranto Panyang Timur (2 hektar) di Kecamatan Meureuboh dan Desa Meunasah Rambot (6,5 hektar) di Kecamatan Kaway XVI.

Upaya juga terus dilakukan di Desa Peulanteu, Kecamatan Bubon, di mana kebakaran telah mencapai luas 4,2 hektar.

Berita terkait: Pemerintah Indonesia anggap teknologi dan kerja sama kunci turunkan kebakaran hutan

MEMBACA  Operator Mesin Uang Palsu di Jakarta Barat Dibayar Rp 1 Juta per Hari, Dengan Bonus Rp100 Juta

Berita terkait: Kalimantan Selatan cabut status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan

Berita terkait: Pihak berwenang siapkan 77 pos pantau kebakaran hutan di Kalimantan Tengah

Penerjemah: Arie Novarina
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar