Jumat, 6 Maret 2026 – 11:44 WIB
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengkonfirmasi bahwa tiga anggota ADF (pasukan pertahanan Australia) berada di kapal selam Amerika Serikat (AS) yang menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka. Namun, Albanese menegaskan bahwa ‘tidak ada personel Australia’ yang ikut serta dalam serangan terhadap Iran tersebut.
Perdana Menteri menyampaikan bahwa personel pasukan pertahanan Australia ada di kapal selam tersebut sebagai bagian dari program pelatihan AUKUS. Dia menekankan bahwa pasukan Australia mematuhi hukum internasional, dan mengatakan: "Tidak ada personel Australia yang berpartisipasi dalam tindakan ofensif apapun terhadap Iran."
Ditanya tentang implikasi serangan AS dan Israel terhadap Iran menurut hukum internasional, Albanese menyatakan Australia "nyaman" dengan penilaian bahwa Teheran menimbulkan ancaman di tiga tingkatan. "Biasanya kami tidak akan mengonfirmasi hal seperti ini, tapi mengingat pertemuan NSC [komite keamanan nasional kabinet] kami, untuk kepentingan publik, saya bisa mengkonfirmasi bahwa ada tiga personel Australia di atas kapal itu," kata Albanese kepada Sky News Australia pada hari Jumat.
"Namun, saya juga bisa mengkonfirmasi bahwa tidak ada personel Australia yang berpartisipasi dalam aksi ofensif apapun terhadap Iran. Ini adalah pengaturan dengan negara ketiga yang sudah lama berlaku. Tugas mereka adalah memastikan bahwa personel Angkatan Pertahanan Australia, saat ditempatkan di aset pertahanan negara ketiga, bertindak sesuai dengan hukum dan kebijakan Australia."
Pemerintah Australia sebelumnya menolak mengungkapkan apakah ada pelaut atau perwira Australia di atas kapal selam serang AS yang menembakkan torpedo dan menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia pada Rabu lalu, insiden yang menewaskan sedikitnya 87 orang.
Pada Jumat pagi, para menteri senior awalnya enggan mengkonfirmasi detail tersebut, dengan alasan bahwa pemerintah punya kebijakan untuk tidak berkomentar tentang lokasi personel ADF.
Albanese menjelaskan bahwa ketiga warga Australia di kapal selam itu berada di sana sebagai bagian dari program pelatihan pakta pertahanan AUKUS. "Salah satu keuntungan besar dari kesepakatan AUKUS adalah personel Australia mendapat pengalaman di berbagai aset, termasuk…