loading…
Sistem pemerintahan Iran dirancang untuk berfungsi tanpa pemimpin tertinggi. Foto/X
TEHERAN – Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei adalah pukulan besar bagi Iran. Tapi, itu tidak otomatis membuat rezim berganti, dan kemungkinan besar tidak akan memperpendek konflik yang terjadi.
Walaupun Khamenei adalah tokoh yang sangat berpengaruh – pemimpin Iran yang tak tertandingi selama 37 tahun terakhir – sistem pemerintahan negara itu dirancang agar tetap bisa jalan setelah ia meninggal.
### 3 Cara Sistem Pemerintahan Iran Dirancang untuk Tetap Berjalan Tanpa Pemimpin Tertinggi
#### 1. Lembaga Politik dan Militer Melindungi Pemimpin Tertinggi
Seperti dilansir BBC, sejak revolusi tahun 1979, Iran dipimpin oleh pemimpin agama Syiah. Lembaga politik dan militernya dibentuk untuk melindungi bentuk pemerintahan seperti ini.
#### 2. Pemimpin Tertinggi Dipilih oleh 88 Tokoh Agama
Ada sistem yang sudah disiapkan untuk memilih pengganti Khamenei, yaitu melalui pemilihan oleh badan berisi 88 tokoh agama yang disebut Majelis Pakar. Para ulama ini setia kepada rezim dan akan memilih seseorang yang akan meneruskan jalan yang sudah ditempuh Khamenei.
#### 3. Garda Revolusi Menjaga Sistem Islam di Iran
Tetapi, lembaga terkuat di Iran adalah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ini adalah kekuatan militer ideologis yang sangat berpengaruh dan punya tujuan untuk menjaga sistem Islam Iran. IRGC melawan Amerika Serikat dan Israel dan tidak akan membiarkan perbedaan pendapat di dalam negeri.
IRGC diperkirakan akan memainkan peran penting dalam proses suksesi – dan memastikan bahwa pemimpin baru manapun akan melindungi kepentingan mereka.
Dengan tewasnya beberapa komandan senior Iran dalam serangan AS dan Israel, pertanyaannya sekarang adalah siapa tokoh militer kunci di Iran saat ini.