loading…
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dicky Kartikoyono membeberkan faktor utama untuk menjaga ekspektasi pasar dan kestabilan nilai tukar rupiah. Foto/Dok
JAKARTA – Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dicky Kartikoyono menyatakan, kredibilitas kebijakan moneter adalah faktor utama dalam menjaga ekspektasi pasar dan stabilitas nilai tukar rupiah. Menurut nya, persepsi risiko investor terhadap perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi oleh keyakinan pasar terhadap arah kebijakan BI.
Dia menjelaskan, pasar saat ini sangat memerhatikan selisih imbal hasil (yield differential) aset domestik dibanding negara lain. Selisih itu menjadi penentu apakah dana asing akan masuk (capital inflow) atau malah keluar (capital outflow) dari pasar keuangan Indonesia.
Baca Juga: Bos BI Blak-blakan Rupiah Jeblok Imbas Gaduh Pencalonan Deputi Gubernur
“Kalau mereka melihat cukup kompetitif, mereka akan menjadi capital inflow. Tapi kalau belum cukup kompetitif, sementara DXY dan dolar AS menguat, tentu mereka akan membawa modalnya ke tempat yg lebih menguntungkan,” ungkapnya dalam RDPU Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI bersama Komisi XI DPR RI, Senin (26/1/2026).
Dalam situasi seperti itu, Dicky menilai Bank Indonesia memegang peran strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui optimalisasi semua instrumen kebijakan yang ada, tidak hanya bergantung pada intervensi di pasar valuta asing.