Teladani Pendiri NU, Menag: Pesantren Cetak Pemimpin Sekaligus Manajer

Jumat, 5 Juni 2026 – 19:49 WIB

VIVA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pesantren harus mampu melahirkan generasi yang gak cuma unggul dalam kepemimpinan, tetapi juga punya kapasitas manajerial yang kuat untuk jawab tantangan zaman.

Hal itu disampaikan Menag saat kasih arahan sekaligus buka resmi kegiatan Penguatan Direktorat Jenderal Pesantren melalui Bedah Buku KH Abdul Wahab Hasbullah (Pendiri NU, Penggerak NKRI) di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurut Menag, pesantren punya karakter keilmuan yang khas dan gak bisa disamain dengan lembaga pendidikan lainnya. Makanya, penguatan Ditjen Pesantren harus diarahkan buat memperkuat identitas, tradisi keilmuan, dan keunggulan pesantren dalam sistem pendidikan nasional.

“Pesantren memiliki landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang khas. Keunggulan itu harus terus diperkuat biar pesantren mampu jawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” ujar Menag.

Di kesempatan itu, Menag ngangkat sosok KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai teladan kepemimpinan pesantren yang berhasil gabungin visi besar dengan kemampuan ngelola organisasi secara efektif.

Menurutnya, KH Abdul Wahab Hasbullah gak cuma dikenal sebagai pemimpin pergerakan yang punya pengaruh luas, tetapi juga figur yang bisa bangun dan atur organisasi secara profesional.

“Pesantren ke depan gak cukup cuma lahirin figur pemimpin yang karismatik. Pesantren juga harus lahirin pengelola yang profesional, adaptif, dan bisa gunain teknologi buat kemajuan lembaga,” tegasnya.

Menag ngasih contoh Rasulullah SAW sebagai figur ideal yang gabungin kepemimpinan dan manajemen dalam satu pribadi. Model kepemimpinan kayak gitu yang menurutnya perlu jadi inspirasi buat pengembangan pesantren di Indonesia.

Selain itu, Menag juga nyorot pentingnya jaga tradisi nasionalisme yang udah lama tumbuh di lingkungan pesantren. Ia bilang pesantren punya kontribusi besar dalam jaga keutuhan bangsa sekaligus bangun karakter kebangsaan masyarakat Indonesia.

MEMBACA  Perayaan HUT ke-80 RI, TBIG Hadirkan Edukasi Pola Hidup Sehat di Nagekeo NTT

“Pesantren sejak awal udah buktiin kalo nilai-nilai keislaman dan komitmen kebangsaan bisa jalan bareng dalam bangun Indonesia,” katanya.

Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, jelasin kalo acara bedah buku ini adalah bagian dari ikhtiar buat perkuat peran pesantren sekaligus hidupin lagi warisan pemikiran para ulama pendiri bangsa.

Halaman Selanjutnya

Menurut Basnang, momentum pembentukan Direktorat Jenderala Pesantren jadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan pesantren di Indonesia. Hadirnya Ditjen Pesantren adalah implementasi amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren sekaligus bentuk penguatan kelembagaan buat lebih dari 42 ribu pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tinggalkan komentar