loading…
Sebuah kapal pengangkut gas berda di perairan. Foto/anadolu
TEHERAN – Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran menyatakan bahwa berdasarkan usulan parlemen, biaya transit melewati Selat Hormuz akan dibayar menggunakan mata uang nasional Iran, yaitu rial. Pernyataan ini muncul dalam sebuah postingan di X dari konsulat jenderal Iran di Mumbai pada Jumat (10/4/2026).
Beberapa analis mengatakan ke Al Jazeera minggu ini bahwa Iran dan China sedang aktif mencari cara untuk melemahkan dominasi global dari dolar Amerika Serikat.
Menurut beberapa laporan, di bawah rezim pungutan de facto yang diterapkan oleh pejabat Iran—yang diperkenalkan saat blokade Iran di selat itu setelah serangan AS-Israel—kapal-kapal komersial dikenakan biaya transit dalam yuan China.
Walaupun tidak jelas berapa banyak kapal yang membayar dengan yuan selama blokade, setidaknya dua kapal telah melakukannya pada tanggal 25 Maret, berdasarkan laporan dari Lloyd’s List minggu ini.
Sekarang ada lebih banyak pernyataan dari Wakil Presiden AS JD Vance saat dia menuju ke ibu kota Pakistan, Islamabad, untuk melakukan pembicaraan dengan pihak Iran.