Tasya Kamila Pamer Kontribusi Sebagai Alumni LPDP, Tuai Kritik Pedas: “Setara Ibu-Ibu PKK Sampah!”

Kamis, 26 Februari 2026 – 10:45 WIB

Jakarta, VIVA – Nama Tasya Kamila kembali jadi perbincangan. Kali ini bukan tentang karirnya di dunia hiburan, tapi tentang kontribusinya sebagai alumni beasiswa LPDP setelah menyelesikan studi magister di Columbia University, New York, AS.

Perdebatan muncul dari unggahan akun TikTok @gheovannymethamia yang mempertanyakan dampak nyata dari Tasya setelah lulus dari kampus Ivy League tersebut. Kritik ini muncul setelah Tasya membagikan beberapa program sosial yang ia klaim sebagai kontribusinya buat Indonesia. Scroll untuk baca selengkapnya, yuk!

Dalam videonya, akun itu menyoroti penggunaan dana publik untuk sekolah ke luar negeri yang jumlahnya sangat besar.

“Ini makin geram ya, kontribusi anak-anak penerima LPDP itu semuanya perlu dipertanyakan,” tulisnya, dikutip Kamis 26 Februari 2026.

Dia menilai penerima beasiswa yang danainya miliaran rupiah seharusnya memberikan dampak yang lebih strategis dan terukur.

“Diberi miliaran tapi ngasih feedback sekelas ibu PKK atau organisasi tanpa butuh S2 ivy league,” lanjutnya.

Kritik tersebut juga menyentuh latar belakang pendidikan Tasya di Columbia University. Menurutnya, berbagai kegiatan sosial atau gerakan akar rumput tidak memerlukan gelar internasional yang mahal. Bahkan, dia membandingkannya dengan program CSR (tanggung jawab sosial perusahaan).

“CSR di kantor gue itu juga ngebuat hal-hal kayak gini, nggak pakai LPDP,” ujarnya.

Kegiatan seperti seminar, talkshow, dan workshop juga disebut bukan bentuk kontribusi strategis yang khusus untuk lulusan universitas top.

“Memberdayakan pemuda Indonesia melalui talk show, seminar, workshop, itu mah bisa dikerjain sama semua orang,” katanya tegas.

Di bagian yang paling kontroversial, akun tersebut memberikan pernyataan keras yang memicu banyak reaksi.

“Oh my God semua anak LPDP itu heboh heboh heboh, sampah sampah sampah,” jelasnya.

MEMBACA  "Erick Melemah Menjadi Badai Tropis Setelah Mendarat sebagai Badai Kategori 3" (Tipografi yang rapi dengan spasi dan formatting yang seimbang)

Dia juga mendesak agar LPDP mengevaluasi standar kontribusi para awardee-nya.

“LPDP harus direview sampe ke kontribusinya,” tulisnya.

Menurutnya, investasi dana publik sebaiknya fokus pada sektor-sektor yang bisa bawa perubahan jangka panjang, seperti riset, ekonomi, dan rekayasa teknik yang berdampak pada kebijakan nasional.

Halaman Selanjutnya

Unggahan itu langsung bikin perdebatan sengit di media sosial. Banyak warganet yang setuju bahwa evaluasi kontribusi alumni LPDP memang perlu dilakukan dengan transparan. Tapi, banyak juga yang merasa kritik itu terlalu menggeneralisir dan tidak adil bagi semua penerima beasiswa.

Tinggalkan komentar