Target Harian RDF Rorotan Tembus 1.000 Ton untuk Kurangi Sampah di Bantargebang

Jakarta (ANTARA) – Jakarta sedang mengoperasikan fasilitas baru pengolah sampah menjadi bahan bakar di Jakarta Utara. Fasilitas ini didesain untuk mengolah hingga 1.000 ton sampah setiap hari dan mengurangi tekanan di tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang yang sudah kelebihan beban.

“Kami saat ini sedang melakukan komisioning fasilitas Rorotan. Semoga cepat selesai sehingga Rorotan bisa beroperasi normal,” kata Gubernur Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Senin.

Dia menambahkan, bahkan dengan kapasitas sebagian, “1.000 ton per hari sudah sangat bagus untuk operasional di Rorotan saat ini dan akan mengurangi sampah secara signifikan, mungkin sekitar 1.000–1.500 ton.”

Pabrik Refuse-Derived Fuel (RDF) Rorotan diharapkan dapat memotong volume sampah yang dikirim ke Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, di mana aliran hariannya mencapai 7.400–8.000 ton.

Pramono mengakui fasilitas ini mungkin tidak langsung mencapai target penuhnya, tetapi menekankan bahwa kontribusinya tetap akan substansial.

Pemerintah provinsi mengejar langkah-langkah tambahan untuk mengurangi ketergantungan pada Bantargebang, termasuk pemilahan sampah yang lebih ketat di sumbernya dan membangun lebih banyak fasilitas pengolahan di dalam Jakarta.

Kebutuhan mendesak dari upaya-upaya ini ditegaskan oleh longsor mematikan di Bantargebang pada Minggu, ketika hujan deras memicu runtuhnya tumpukan sampah setinggi 50 meter di Zona IV.

Lima orang meninggal dunia, dan empat lainnya masih dinyatakan hilang.

“Curah hujan di Jakarta pada Minggu mencapai 264 milimeter per hari. Itu salah satu kejadian hujan tertinggi di Jakarta,” kata Pramono, menyebut bencana tersebut disebabkan oleh cuaca ekstrem.

Berita terkait: Longsor di TPA Bantargebang Tewaskan 5 Orang, 4 Masih Hilang

Berita terkait: Menteri Menuntut Pertanggungjawaban Usai Longsor TPA Tewaskan Empat Orang

Penerjemah: Lifia Mawaddah P, Resinta Sulistiyandari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Anda Akan Segera Harus Membayar $20 per Bulan untuk Mengakses Fitur Terkeren Copilot

Tinggalkan komentar