Minggu, 4 Januari 2026 – 18:14 WIB
Jakarta, VIVA – Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, akan menjadikan Malaysia Open 2026 sebagai ajang untuk menguji kesiapan permainannya setelah menjalani masa jeda antar musim. Turnamen Super 1000 yang diadakan di Axiata Arena, Kuala Lumpur pada 6–11 Januari ini menjadi langkah awal Putri dalam memulai serangkaian kompetisi di tahun 2026.
Putri mengaku baru kembali berlatih dengan intensitas penuh setelah mendapat masa istirahat usai tampil di BWF World Tour Finals 2025. Fokusnya saat ini adalah mengembalikan kondisi fisik dan sentuhan permainan yang sempat terhenti.
“Pelatih memberi libur beberapa hari dan alhamdulillah sekarang sudah kembali segar,” kata Putri melalui keterangan resmi PP PBSI, Minggu.
Menurut Putri, persiapan menuju Malaysia Open dilakukan sekitar 10 hari. Awalnya, latihan lebih difokuskan pada penguatan fisik sebelum beralih ke aspek teknik.
“Fisik jadi fokus dan latihannya diperberat. Baru dua hari terakhir lebih ke teknik,” ujarnya.
Mengawali musim dari turnamen besar membuat Putri memilih untuk tidak memasang target berlebihan. Ia menganggap turnamen pembuka ini lebih sebagai sarana untuk mengukur kesiapan diri sebelum menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
“Cukup deg-degan sih karena memulai lagi dari awal. Tapi ini turnamen pembuka, saya pingin bisa bermain dengan nyaman,” tutur Putri.
Malaysia Open dikenal sebagai turnamen dengan persaingan sangat ketat di awal musim. Bagi Putri, ajang ini menjadi langkah awal untuk menemukan ritme permainan sebelum menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.
Di Malaysia Open 2026, Putri menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putri setelah Gregoria Mariska Tunjung mendapat proteksi peringkat untuk menjalani pemulihan dari kondisi vertigo.
Sementara itu, Indonesia juga menurunkan pemain di sektor lain. Untuk tunggal putra, ada Jonatan Christie dan Alwi Farhan. Di ganda putra, PBSI mengandalkan Fajar Alfian/M. Rian Ardianto, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, serta Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.
Pada ganda putri, Indonesia mengirimkan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Untuk ganda campuran, wakil Indonesia adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Halaman Selanjutnya
Indonesia terakhir kali menjadi juara Malaysia Open pada 2023 lewat sektor ganda putra. Saat itu, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan pasangan Tiongkok, Liang Weikeng/Wang Chang, dengan skor 21-18, 18-21, 21-13.