Minggu, 1 Maret 2026 – 04:01 WIB
Jakarta, VIVA – InterActive Group menyatakan komitmennya untuk membantu Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik). Caranya adalah dengan menyediakan solusi digital terintegrasi.
Kelompok ini menyebutkan bahwa pengembangan layanan bisa difokuskan pada penguatan integrasi antrian digital, notifikasi layanan, dan dashboard pemantauan. Tujuannya untuk mendukung efisiensi di lebih banyak unit layanan publik.
Salah satu contohnya, Pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola, Surabaya, sekarang bisa diselesaikan sekitar 15 menit. Kecepatan layanan ini menjadi sorotan dalam upaya penguatan pelayanan publik dan transformasi digital di pemerintah daerah.
InterActive Group menjelaskan, percepatan layanan ini juga didukung oleh penerapan ekosistem antrean digital InterActive InterQue di MPP Siola. Sistem ini dirancang untuk merapikan alur kedatangan pengunjung, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan transparansi proses melalui mekanisme antrean otomatis.
Melalui InterQue, pengunjung mendapatkan nomor antrean digital dan akan dipanggil secara otomatis. Informasi antrean dan perkiraan waktu tunggu bisa dipantau secara real-time, sehingga proses menunggu jadi lebih terukur.
Bagi petugas layanan, sistem antrean digital ini membantu mengurangi beban pengaturan antrean manual. Dengan begitu, mereka bisa lebih fokus pada proses verifikasi dan penyelesaian layanan.
Dalam konteks layanan PBG, integrasi antrean dan manajemen layanan dinilai membantu mempercepat alur dari tahap penerimaan sampai administrasi. Tapi, kecepatan penyelesaian tetap dipengaruhi oleh kelengkapan dokumen dari pemohon dan kesiapan sistem layanan yang terintegrasi.
Selain PBG, MPP Siola merupakan pusat layanan terpadu yang menampung berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai dari perizinan, administrasi kependudukan, sampai layanan lain dari berbagai instansi dalam satu lokasi. Model layanan satu pintu ini diharapkan bisa memudahkan warga dan mendorong standar layanan publik yang lebih seragam.
“Kami berupaya mendukung pengelolaan antrean yang lebih rapi, transparan, dan terukur. Sehingga masyarakat dapat merasakan proses layanan yang lebih efisien,” ujar Kosim, Manajer Penjualan InterActive Group, dalam keterangan resminya pada Minggu, 1 Maret 2026.
Ia menambahkan, sistem antrean digital ini dirancang untuk membantu petugas fokus pada proses verifikasi dan penyelesaian administrasi, termasuk pada layanan PBG.
“Kecepatan layanan tentu tetap bergantung pada kelengkapan dokumen dan kesiapan sistem yang terintegrasi. Namun dengan dukungan teknologi, alur pelayanan dapat berjalan lebih optimal dan terkendali,” jelasnya.
Halaman Selanjutnya