Bandarlampung (ANTARA) – Pusat Majelis dan Modernisasi Pertanian Lampung (BRMP) telah menetapkan Kabupaten Tanggamus sebagai fokus utama pelaksanaan program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) tahun ini.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan petani kopi di Provinsi Lampung.
“Kami salah satu lembaga pelaksana ICARE, program dari Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Bank Dunia, yang dimulai tahun ini,” kata Kepala BRMP Lampung, Endro Gunawan, di Bandarlampung, Senin.
Dia menjelaskan, program tahun ini berfokus di Kabupaten Tanggamus, yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi kopi robusta utama di Lampung.
Selain sebagai penghasil kopi, Tanggamus juga pusat peternakan kambing. “Kami akan mengintegrasikan kedua sektor ini agar budidaya kopi bisa berjalan beriringan dengan peternakan kambing yang dikelola petani lokal,” ujar Gunawan.
Melalui program ICARE yang berjalan hingga 2027, Tanggamus diharapkan bisa meningkatkan kemandirian dan pemberdayaan petani kopi, sehingga mereka dapat memperoleh keuntungan bisnis lebih besar dan nilai tambah dari integrasi pertanian kopi dengan peternakan kambing.
Hal ini akan dicapai melalui penguatan kelembagaan pertanian, dalam bentuk korporasi petani.
“Program ini dirancang untuk mendukung pengelolaan wilayah dan rantai nilai komoditas pertanian secara berkelanjutan dan inklusif di lokasi terpilih, termasuk Tanggamus,” kata Gunawan.
ICARE juga bagian dari agenda prioritas pembangunan pertanian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024, khususnya dalam peningkatan ketahanan pangan dan nilai tambah produk pertanian.
Provinsi Lampung sendiri memiliki potensi besar sebagai penghasil kopi robusta terbesar kedua di Indonesia, setelah Sumatera Selatan.
Hingga 2022, perkebunan kopi Lampung mencakup 156.268 hektar dengan total produksi 118.139 ton kopi.
Pusat produksi kopi utama tersebar di Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Utara, dan Waykanan.
“Pemberdayaan petani kopi di wilayah ini akan terus diperkuat,” tambah Gunawan.
Berita terkait:
- Ekspor kopi instan Lampung meningkat
- Pemerintah bantu tingkatkan pasar global kopi robusta Lampung Barat
Penerjemah: Primayanti
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2025