Taman Nasional Way Kambas: Percontohan Pendanaan Iklim Inovatif

Bandarlampung, Lampung (ANTARA) – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) telah ditetapkan sebagai proyek percontohan untuk pelaksanaan pembiayaan iklim inovatif.

“Taman nasional tidak boleh hanya mengandalkan anggaran negara saja, yang sangat terbatas, atau cuma bergantung pada bantuan yang diberikan LSM internasional. Diperlukan sistem pendanaan yang lebih berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat lokal,” kata Antoni di sini, Kamis.

Dia menekankan pentingnya *blended finance*, yaitu sistem pendanaan yang melibatkan tidak hanya APBN dan dukungan LSM internasional, tapi juga sektor swasta yang memiliki komitmen kuat terhadap konservasi.

“Dengan terbitnya Peraturan Menteri Nomor 27 Tahun 2025, proyek pasar karbon sukarela di taman nasional sekarang dimungkinkan,” ujarnya.

Dia menjelaskan TNWK dipilih sebagai proyek percontohan pertama untuk menerapkan mekanisme pembiayaan iklim inovatif, seperti obligasi keanekaragaman hayati, kredit karbon melalui pasar karbon sukarela internasional, serta penguatan ekowisata yang menargetkan berbagai segmen pengunjung.

“Proyek percontohan ini menandai pergeseran pendekatan dalam mengelola kawasan konservasi, dari model yang sepenuhnya bergantung pada pemerintah dan LSM, menjadi pembiayaan campuran yang melibatkan swasta dan pasar modal hijau, dengan tujuan utama melestarikan hutan dan keanekaragaman hayati di taman nasional,” jelasnya.

Taman Nasional Way Kambas merupakan habitat penting bagi gajah sumatera, badak sumatera, dan harimau sumatera, yang semuanya dikategorikan terancam kritis oleh IUCN.

Dalam skema karbon ini, perusahaan yang ingin mengimbangi emisinya dapat membeli kredit karbon yang dihasilkan dari kegiatan konservasi dan restorasi hutan di TNWK. Hasil penjualannya akan diinvestasikan kembali untuk mendukung operasional taman dan upaya pemulihan ekosistem yang berkelanjutan.

Berita terkait: Indonesia alokasikan US$120 juta untuk lindungi Taman Nasional Way Kambas

MEMBACA  Program Asuransi Banjir Nasional Akan Berakhir Selasa, Kebijakan Baru dan Kredit Rumah Tertunda

Berita terkait: Indonesia dan Inggris kerja sama lindungi keanekaragaman hayati di tiga taman nasional

Berita terkait: Taman Way Kambas tingkatkan pariwisata dengan model interaksi gajah

Penerjemah: Ruth, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar