loading…
Presiden AS Donald Trump bilang dia tidak perlu hukum internasional terkait penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan khusus Amerika di Caracas. Foto/White House/Truth Social @realDonaldTrump
WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak peduli dengan hukum internasional terkait aksi pasukan khusus Delta Force yang menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro selama operasi militer singkat di Caracas pekan lalu.
Trump mengatakan hanya moralitasnya sendiri yang bisa menghambat ambisi globalnya. “Moralitas saya sendiri. Pikiran saya sendiri. Hanya itu yang bisa menghentikan saya,” kata Trump kepada The New York Times, seperti dilaporkan Jumat (9/1/2026).
“Saya tidak butuh hukum internasional. Saya tidak berniat menyakiti siapapun,” ujarnya lagi.
Baca Juga: AS Serang Venezuela dan Culik Maduro, Ini Hukum Internasional yang Dilanggar
Maduro telah muncul di pengadilan Manhattan, New York, untuk pertama kalinya pada Senin lalu. Dalam keadaan diborgol, dia menyatakan dirinya tidak bersalah.
Presiden berusia 63 tahun yang digulingkan AS itu memakai baju penjara berwarna biru dan oranye. Dia memasuki ruang sidang dikawal oleh marshal AS setelah penangkapannya bersama istrinya, Cilia Flores, yang dramatis seperti adegan film Hollywood pada Sabtu pekan lalu.
Dia menyampaikan pernyataan tidak bersalah ketika hakim federal berusia 92 tahun, Alvin Hellerstein, memintanya untuk mengonfirmasi identitasnya.
“Saya adalah presiden Republik Venezuela. Saya di sini karena diculik. Saya ditangkap di rumah saya di Caracas, Venezuela,” kata Maduro dalam bahasa Spanyol sambil memakai headphone hitam untuk terjemahan sebelum hakim menghentikan pernyataannya.