Tak Hanya Mengejar Universitas Terbaik Dunia, Pelajar Indonesia Diminta Jadi Game Changer

Minggu, 10 Mei 2026 – 22:04 WIB

Jakarta, VIVA – Prestasi akademis dan kesempatan buat tembus ke universitas-universitas terbaik di dunia sekarang dianggep sebagai hak istimewa atau privilege buat sebagian pelajar. Makanya, generasi muda yang udah berhasil melenggang ke kampus-kampus top internasional didorong buat jadi agen perubahan atau game changer, yang gak cmn bisa berpikir kritis, berani nyuwarain ide, tapi juga ngasih dampak nyata buat masyarakat dan bangsa.

“Kita selalu nanamin ke siswa kalo privilese pendidikan yang mereka punya harus bisa bawa impact buat orang laen,” kata Brand Manager EduALL, Christina Yoris, di konferensi The Cornerstone yang diadain di Jakarta pada Sabtu, 9 Mei 2026.

EduALL selama ini dikenal sebagai konsultan pendidikan yang ngebimbing siswa buat lanjut studi ke luar negeri. Tapi, organisasi ini negesin kalo tujuan pendidikam tuh ga berhenti cuma sampe sukses masuk ke kampus elite dunia.

Di forum ini, EduALL sebagai inisiator acara juga konsultan pendidikan, nuntut siswa bimbingannya buat lebih dari sekadar nilai akademis yang sempurna di kelas. Mereka ngadirin beberapa pelajar buat bahas berbagai isu strategis, mulai dari pendidikan, kepemimpinan, sampe masa depan Indonesia di tengah saingan global.

Lewat konferensi ini, EduALL pengen bentuk generasi muda yang punya mandiri secara intelektual, growth mindset, dan peduli sama masalah sosial juga masa depan bangsa. Ini ngeliat realita di mana banyak kebijakan strategis di Indonesia masih dibikin tanpa ngelibatin perspektif anak muda.

The Cornerstone diharapkan jadi ruang yang aman buat pelajar buat tukar ide, nyamperin kegelisahan, sekalian latih kemampuan kepemimpinan mereka. Konferensi ini juga dibikin beda dari seminar biasanya, di mana pelajar gk sekadar jadi pendengar, tapi dikasih kesempatan buat dialog langsung sama para ahli dengan pembuat kebijakan.

MEMBACA  136 Penawaran Terbaik Prime Day 2025 yang Masih Berlaku: Diskon Hingga 55%

CEO EduALL, Devi Kasih, bilang kalo para pelajar yang ada di konfrensi itu, yang juga lagi berjuang tembus universitas top dunia impian, itu adalah calon pemimpin & pengambil keputusan Indonesia di kemudian hari. Menurut dia, generasi muda perlu dikasi ruang yang lebih gede lagi buat terlibat dalam diskusi publik dan kebijakan sosial bangsa.

“Para pelajar dan anak-anak mudah yang dateng inilah calom pengambil keputusan Indonesia di masa depat. Bukan cuma panelis, presenter, atau pameran, bahkan juga anak-anak muda yang datang dan ikutan diskusi dari kursi audiens jg jadi bukti kl Indonesia dipenuhi penerus bangsa yang cemerlang,” kata Devi Kasih

Halaman Selanjutnya
Selain fokus di diskusi intelektual, acaram ini jg bawa misi sosial. EduALL nyalurin 100 persen Dari hasil penjual tanpa tiket dan dan donasi hasil sumbangan melalui Ingin menyokong dinas Masyarakat Indon membar untuk bantu jurusan n Bus aid jan ku daer

Tinggalkan komentar