Taiwan Gelar Lokakarya APEC Soroti Teknologi Inovatif untuk Rantai Pasok Pangan Rendah Karbon

Taipei (ANTARA/PRNewswire) – Menjawab meningkatnya risiko iklim dan tantangan keamanan pangan global, pemerintah serta industri di seluruh dunia mempercepat transformasi hijau sistem pangan. Untuk mendorong perkembangan industri pangan rendah karbon dan memperkuat kerjasama regional, Food Industry Research and Development Institute (FIRDI) dari Taiwan, dengan dukungan Forum APEC Policy Partnership on Science, Technology, and Innovation, serta Kementerian Ekonomi Taiwan (MOEA), menyelenggarakan APEC Workshop on Discovering Innovative Food Processing Technologies to Cultivate a Low-Carbon Food Supply Chain pada 18–19 Maret di Taipei.

Workshop dua hari ini menghimpun perwakilan dari sebelas ekonomi APEC, termasuk Chinese Taipei, Jepang, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Peru, Amerika Serikat, Australia, Filipina, dan Papua Nugini. Lembaga pemerintah, institusi penelitian, dan pakar industri yang ahli dalam teknologi dan kebijakan rantai pasok pangan turut serta dalam acara ini. Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi regional dan mempercepat pengembangan rantai pasok pangan berkelanjutan serta rendah karbon di kawasan Asia-Pasifik.

Dr. Ying-Chih Liao, Penasihat Teknologi Departemen Teknologi Industri MOEA, menyatakan bahwa teknologi lintas disiplin semakin penting untuk mendukung perkembangan rantai pasok pangan rendah karbon global. Taiwan terus mendorong transformasi rendah karbon dan pintar melalui dukungan kebijakan serta riset dalam negeri, sekaligus memperkuat kerjasama internasional untuk membangun rantai pasok pangan yang tangguh dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan di sektor pangan.

Ketua FIRDI Mark Hsieh menekankan bahwa inovasi teknologi sangat penting untuk membangun industri pangan yang berkelanjutan dan tangguh. FIRDI telah lama berdedikasi memajukan riset teknologi pangan dan mendukung industri pangan Taiwan. Melalui platform teknologi terintegrasinya, FIRDI telah mengembangkan berbagai solusi untuk dekarbonisasi pangan, termasuk sistem pengolahan rendah karbon pintar, teknologi proses sirkular untuk pemanfaatan hasil samping, serta bahan pangan alternatif dan aplikasi pengolahan yang inovatif. Teknologi ini membantu produsen makanan meningkatkan efisiensi, mengurangi emisi karbon, dan memperkuat keberlanjutan di sepanjang rantai pasok.

MEMBACA  Peluang Senilai $2 Miliar untuk Membeli Saham Kroger

Workshop ini menampilkan berbagai pembicara dari Taiwan. Dr. Chii-Cherng Liao, Dirjen FIRDI, membagikan strategi pengembangan industri pangan rendah karbon. Wakil Presiden Chung-Hua Institution for Economic Research membahas pendekatan kolaboratif untuk mengembangkan rantai pasok pangan rendah karbon. Dr. Martin Lo, Profesor dari National Tsing Hua University, menyoroti elemen kunci dalam memajukan keberlanjutan manusia. Beberapa pembicara Taiwan lainnya berbagi pengalaman dan studi kasus terkait memajukan industri pangan rendah karbon. Dr. Binghuei Barry Yang, Deputi Dirjen FIRDI, memaparkan inovasi dalam teknologi proses manufaktur pangan. Dr. Yi-Chung Lai, Konsultan R&D di Biozyme Biotechnology, dan Dr. Chin-Chu Chen, Direktur Utama Grape King Bio, mendiskusikan praktik pengolahan fermentasi hijau dan pengembangan produk. Marcie Chan, Brewmaster dari Long Sun Brewing, berbagi wawasan tentang praktik ekonomi sirkular dalam industri pembuatan bir.

Sejumlah perusahaan Taiwan telah mendemonstrasikan aplikasi praktis teknologi rendah karbon. Contohnya, GAU JIANN menerapkan sistem pemulihan panas dan kontrol pintar dalam proses sterilisasi untuk meningkatkan efisiensi energi tanpa mengorbankan kualitas produk. Lian-Hwa Foods memperkenalkan produk hijau yang diproduksi melalui lini produksi pintar rendah karbon yang efisien dan maju. Perusahaan seperti VIGOR DONG SHIH dan Jiamei berkolaborasi membangun rantai pasok pemanfaatan buah utuh untuk minuman berbasis nabati. AGV Group mengembangkan bahan baku minuman berbasis oat tahan simpan untuk mendukung produksi pangan nabati rendah karbon. YUNG CHENG menerapkan upcycling dedak gandum melalui proses enzimatis dan mikroba untuk mengurangi limbah dan emisi dari pengolahan biji-bijian. Selain itu, perusahaan termasuk Grape King Biotechnology dan PREFERRTECH-BIO tengah mengembangkan protein alternatif rendah karbon inovatif yang berasal dari jamur dan sumber nabati.

Transformasi rendah karbon industri pangan telah menjadi tren global utama, dengan penekanan yang semakin besar pada teknologi pengolahan pangan inovatif dan solusi rantai pasok berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan inovasi teknologi, kebijakan ekonomi, dan model bisnis baru, Taiwan bertujuan memperkuat pengembangan ekosistem industri pangan rendah karbon dan memperdalam kerjasama dengan ekonomi APEC untuk berbagi keahlian teknologi, menyelaraskan diri dengan standar internasional, serta memajukan pembangunan berkelanjutan di industri pangan regional.

MEMBACA  Menerapkan Pendekatan GESI untuk Memastikan Partisipasi Perempuan dalam Perencanaan Pembangunan Desa

SUMBER Food Industry Research and Development Institute (FIRDI)

Reporter: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar