loading…
Beberapa kepala desa mengirim surat ke Presiden Prabowo Subianto yang isinya minta klarifikasi tentang penyebab banjir longsor di DAS Aek Garoga, Sumut. Foto/SindoNews
TAPANULI TENGAH – Sejumlah kepala desa secara resmi mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut membahas informasi soal penyebab banjir bandang dan tanah longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Garoga, Sumatera Utara berdasarkan kondisi lapangan sebenarnya.
Tidak hanya itu, mereka juga meminta supaya penanganan bencananya didasarkan pada fakta geografis dan kondisi riil di lapangan.
Kepala Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Oloan Pasaribu, dalam suratnya menyampaikan kekhawatiran atas pemberitaan yang menyebut PT Tri Bahtera Srikandi (PT TBS) sebagai salah satu penyebab banjir dan longsor di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.
Baca juga: Percepat Distribusi Logistik, Polri Fokus Penyediaan Alat Berat di Tapteng
”Kami bisa jelaskan bahwa aktivitas PT. Tri Bahtera Srikandi bukan penyebab bencana banjir bandang dan longsor yang menghanyutkan ribuan kubik kayu di Aek Garoga,’’ kata Oloan Pasaribu dalam suratnya, Rabu (14/1/2026).
Menurut Oloan, berdasarkan pengetahuan aparat desa dan pengecekan langsung, aktivitas PT TBS tidak ada kaitannya dengan banjir bandang di DAS Aek Garoga. Oloan menjelaskan aliran air dari area PT TBS cuma berupa mata air kecil yang mengalir ke Aek Nahombar, lalu bermuara ke Sungai Muara Sibuntuon dengan jarak sekitar 3–4 kilometer dan alur sungainya sempit serta berkelok.
“Dengan kondisi seperti itu, sangat tidak mungkin kayu-kayu dari area PT TBS bisa hanyut sampai ke jembatan Aek Garoga,” tulis Oloan.