loading…
Pasokan Bahan-Bahan Ini Bakal Terganggu Gara-Gara Penutupan Selat Hormuz. Foto/Daily
BEIJING – Konflik di Timur Tengah mengacaukan pengiriman minyak dan gas lewat Selat Hormuz. Ini mempengaruhi sekitar seperlima dari pasokan energi dunia.
Akibatnya bukan cuma harga bahan bakar melonjak tajam, tapi juga pasokan produk petrokimia berkurang. Produk ini adalah bahan baku penting untuk membuat barang-barang konsumsi massal seperti pakaian, sepatu, dan kemasan plastik.
Dampaknya cepat menyebar ke pasar konsumen, khususnya di Asia – kawasan yang menyumbang lebih dari setengah produksi manufaktur global dan sangat tergantung pada impor energi. Harga bahan baku seperti plastik, karet, dan poliester naik dengan cepat, sehingga memberi tekanan pada rantai pasok.
Di Korea Selatan, terjadi aksi borong kantong sampah, sementara pemerintah menganjurkan untuk mengurangi pemakaian barang sekali pakai.
Di Jepang, pasokan alat-alat medis terancam karena kekurangan selang plastik untuk dialisis. Produsen sarung tangan di Malaysia juga memperingatkan bahwa kurangnya bahan baku dari minyak bumi bisa mempengaruhi pasokan global.
Para ahli yakin dampaknya menyebar cepat dari sektor energi ke barang-barang konsumsi. Banyak produk sehari-hari, seperti makanan kemasan, kosmetik, dan barang rumah tangga, bergantung pada turunan minyak bumi, mulai dari bungkus plastik sampai lem, pelarut, dan pelumas industri.
Gejolak ini menambah tekanan inflasi global dan mengancam pertumbuhan ekonomi. Kenaikan biaya energi dan bahan baku mempersempit keuntungan bisnis dan mendorong kenaikan harga. Selain itu, kekurangan bahan lain dari Timur Tengah, seperti pupuk dan helium, bisa bikin harga makanan dan elektronik naik.
Beberapa negara sudah mulai mengeluarkan cadangan minyak untuk meringankan tekanan, tapi masalah utamanya ada pada kurangnya nafta – bahan baku penting untuk produksi plastik dan komposit, yang hampir tidak ada penggantinya. Banyak perusahaan petrokimia di Asia terpaksa mengurangi produksi atau menyatakan keadaan force majeure karena kekurangan bahan baku.