Sudah Menjelajahi Mediterania Penuh Ketegangan Menuju Gaza, Chiki Fawzi Justru Tak Gentar Ikuti Misi Kemanusiaan Berikutnya

Selasa, 26 Mei 2026 – 23:30 WIB

Jakarta, VIVA – Keputusan Chiki Fawzi untuk kembali ikut serta dalam misi kemanusiaan ke Gaza bikin banyak orang terkejut. Putri dari Ikang Fawzi ini ngaku nggak trauma meskipun udah lihat langsung situasi tegang di laut sampe dugaan kekerasan sama relawan internasional.

Nama Chiki Fawzi lagi ramai dibahas setelah dia cerita pengalamannya ikut Global Sumud Flotilla 2, sebuah misi kemanusiaan internasional yang tujuannya nerabas blokade Gaza lewat laut. Perjalanan ini ternyata panjang banget dan penuh risiko. Scroll ke bawah buat baca artikel selengkapnya.

“Iya, jadi ada etape-etapenya. Keberangkatan awal itu dari Barcelona, aku di sana berlayar selama dua bulan,” kata Chiki Fawzi pas ditemui di Tendean, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Mei 2026.

Selama misi itu, Chiki sama relawan lain harus pindah dari satu negara ke negara lain sebelum akhirnya dekat wilayah Gaza. Perjalanan dimulai dari Barcelona, mampir di Augusta, Sisilia, Italia, sampe lanjut ke Turki.

Tapi suasananya berubah tegang pas kapal yang bawa rombongan relawan disebut dicegat di perairan internasional.

“Setelah berangkat dari sana, kapal kita sempat di-intersep di perairan Yunani. Ini sebenernya udah jelas-jelas Israel langgar hukum internasional karena intersep dilakukan jauh di luar wilayah mereka,” ujarnya.

Meski hadepin situasi yang menegangkan, Chiki malah ngerasa perjuangan kemanusiaan kayak gini perlu terus dilakuin. Dia bilang misi itu bukan sekedar perjalanan biasa, tapi bentuk solidaritas buat masyarakat Gaza.

“Tujuannya adalah mendobrak blokade ilegal yang dibuat Israel di sekitar Gaza,” ungkap Chemi. [salah satu typo, "Chiki" jadi "Chemi"]

Menurut dia, ada ironi besar yang dia lihat langsung selama di laut. Kapal pengangkut senjata katanya bisa lewat dengan bebas, sementara kapal bantuan kemanusiaan malah dihadang.

MEMBACA  Efek Hormuz? Bagaimana AS dan China Meningkatkan Ketegangan di Terusan Panama

“Aku melihat sendiri, kapal kargo besar pembawa alat perang Israel dibiarkan bebas berlayar, sementara kapal kami yang membawa bantuan kemanusiaan justru dihadang,” tuturnya.

Pas insiden pencegatan terjadi, Chiki lagi berada di pusat krisis di Istanbul, Turki. Dari sana dia ngawasin kondisi kapal lewat CCTV yang dipasang khusus buat mendokumentasikan situasi di lapangan.

“CCTV itu kami fungsikan untuk merekam bukti-bukti kejahatan militer Israel yang nantinya kami laporkan ke ICJ dan ICC,” katanya.

Tinggalkan komentar