Jumat, 24 April 2026 – 12:00 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lagi ngelakuin pemantauan ke para pelaku usaha, mulai dari hotel sampai kafe dan restoran. Tujuannya biar gak ada yang salah pake LPG bersubsidi.
"Pengawasan ini libatin Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) sama instansi terkait lainnya," kata Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.
Pengawasan ini dilakukan setelah ada kenaikan harga LPG 12 kg dan 5,5 kg. Makanya, Pemprov DKI turun tangan biar gak makin parah. Saat ini, harga LPG 12 kg di Jakarta naik Rp36.000. Tadinya Rp192.000 jadi Rp228.000 per tabung. Sementara LPG 5,5 kg naik Rp17.000, dari Rp90.000 ke Rp107.000 per tabung. Kenaekan ini udah berlaku mulai 18 April 2026.
Walau gitu, Chico bilang kalo stok LPG non-subsidi tetep aman banget dan gampang dicari di pasaran.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga udah ngomong kalo Pemprov DKI bakal terus mantau tentang BBM sama LPG 3 kg serem.
"Dalam kondisi geopolitik kayak gini dan supply chain yang belum bener sampai hari ini, Pemerintah DKI Jakarta secara khusus mantau hal-hal yang berkaitan dengan BBM dan LPG 3 kg," ujar Pramono.
Gubenur juga nambahin kalo kebutuhan BBM dan LPG 3 kg tuh gede banget di ibu kota. Makanya, dia gak mau kelamaan nanganin masalah ini. Beliau minta semua jajarannya awasin terus ketersediaan BBM dan LPG 3 kg. (Ant)