loading…
Kerusuhan di Iran yang bertujuan untuk menjatuhkan Ayatollah Ali Khamenei didalangi oleh Mossad. Foto/X/Press TV
TEHERAN – Israel punya sejarah panjang tentang operasi rahasia yang dilakukan Mossad di Iran. Mulai dari perang 12 hari antara Iran dan Israel sampai aksi demo yang berujung kerusuhan dan menggoyang rezim Ayatollah Ali Khamenei.
Operasi-operasi Israel sebelumnya sudah menargetkan program nuklir dan rudal Iran, juga agen-agen serta sistem senjata yang ditempatkan di wilayah Iran.
Kemungkinan campur tangan langsung pihak asing untuk mendukung para demonstran di Iran kelihatannya semakin besar tiap harinya, terutamanya dengan Presiden AS Donald Trump yang berulang kali memberi sinyal kesiapan untuk menyerang.
Di Israel, Menteri Kebudayaan sayap kanan Amichai Eliyahu bilang ke Radio Angkatan Darat, “Waktu kami menyerang Iran selama ‘Rising Lion’ [serangan Israel bulan Juni lalu], kami ada di wilayah mereka dan tau cara mempersiapkan serangan. Saya bisa pastikan bahwa kami punya beberapa orang yang sedang beroperasi di sana saat ini,” walaupun dia tidak sampai klaim bahwa agen Israel sedang berusaha menggulingkan rezim.
Dan Channel 14 Israel yang pro-Netanyahu melaporkan hari Selasa bahwa “agen asing” berada dibalik persenjataan para demonstran di Iran, yang menyebabkan tewasnya anggota pasukan keamanan.
Bagaimana Mossad Menjalankan Operasi Intelijen di Iran?
1. Melakukan Pembunuhan Tingkat Tinggi
Intelijen Israel juga telah memanfaatkan keberadaanya di Iran untuk melakukan serangkaian pembunuhan tingkat tinggi terhadap ilmuwan nuklir dan politisi, termasuk pemimpin politik kelompok Hamas Palestina, Ismail Haniyeh, yang terbunuh saat menghadiri upacara pelantikan Pezeshkian pada Juli 2024.