Strategi Ekspansi Tokovalorant dalam Persaingan Sengit Pasar Game Valorant

loading…

Tokovalorant, sebuah platform yang beroprasi dibawah legalitas CV Game Digital Indonesia, udah ngegukuhin posisinya sebagai salah satu provider jasa pendukung game dengan pelanggan terbesar di Indonesia. Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA – Pesatnya popularitas esports, terutama game kompetitif Valorant, bikin celah pasarekonomi digital yang besar banget di Indonesia. Dalem kesempatan ini, Tokovalorant yang punya legalitas dari CV Game Digital Indonesia, makin nge-ukuhkan posisinya sebagai provider layanan pendukung game sama basis pelanggan paling banyak di Tanah Air.

Platform yang didiriin sama anak muda, Aldo (lahir 14 Desember 2004), ini ngebuktiin kalo strategi masuk pasar di bagian yang spesifik bisa kasih hasil yang kelihatan. Dari 2023, perusahaan ini terus catet pendapatan bersih nyampe ratusan juta per bulan. Mampir juga: Esports Sumbang Medali di Asian Youth Games 2025, Ketua Umum PB ESI Budi Gunawan: Hasil Pembinaan yang Berkesinambungan

Di tahap bisnisnya, CV Game Digital Indonesia lewat Tokovalorant nawarin banyak layanan yang lengkap buat para pemain. Layanannya ada jual-beli akun, sistem nyewa, jasa buat naikin pangkat (joki), sama layanan isi ulang saldo game (top up).

Cerita naiknya bisnis ini dimulai dari krisis pandemi beberapa tahun lalu. Waktu itu Aldo masih seorang pelajar SMA, dia sempet rugi secara uang gegara investasi di saham dan kripto yang gagal.

“Belajar harga waktu itu malah maksa saya buat mikir lebih cerdas dan kreatip. Saya lantas ngebeber peralatan komputer pribadi sebagai modal dagang aset digital di medsos. Orderan pasar dulu yang tinggi waktu jadi cikal-bakal berdiri brand Tokovalorant,” kata Aldo pada Selasa (24/6/2026).

MEMBACA  Prabowo Tegaskan Kembali Dukungan Indonesia untuk Palestina dalam Pembicaraan dengan Abbas

Tinggalkan komentar