Strategi Ekspansi Beijing: Diamnya China atas Taiwan dan Kepulauan Senkaku

Rabu, 21 Januari 2026 – 22:50 WIB

Sikap diam Beijing menanggapi laporan Pentagon yang menyebut Taiwan, Kepulauan Senkaku, dan Arunachal Pradesh sebagai kepentingan inti Tiongkok bisa diartikan sebagai persetujuan tersirat. Beberapa langkah yang diambil Tiongkok belakangan ini malah semakin memperkuat ketepatan laporan itu.

Tiongkok memang cepat membantah bagian laporan yang menyebut mereka coba menghambat hubungan India-AS. Tapi, keheningan mereka soal bagian yang menyentuh kepentingan intinya justru jadi hal yang penting.

Gerakan agresif militer Tiongkok di sekitar Taiwan, ancaman ke Jepang, dan klaim terus-menerus bahwa Arunachal Pradesh adalah wilayah mereka harus jadi peringatan serius bagi negara-negara yang jadi target kebijakan Beijing.

"China kemungkinan mencoba memanfaatkan penurunan ketegangan di perbatasan dengan India untuk menstabilkan hubungan dan mencegah hubungan AS-India makin dalam," begitu pernyataan Departemen Pertahanan AS dalam laporannya.

Penilaian itu adalah bagian dari kajian kebijakan pertahanan Tiongkok. Jadi, wajar saja kalau Beijing menolak tuduhan bahwa mereka memanfaatkan situasi untuk menghambat hubungan AS-India.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, membantah satu bagian laporan. Tapi, dia memilih diam soal bagian tiga "kepentingan inti" tersebut.

Menurut laporan, kepentingan inti itu mencakup kendali Partai Komunis, pembangunan ekonomi, serta perluasan kedaulatan dan klaim wilayah.

"Istilah ‘kepentingan inti’ telah diperluas untuk mencakup Taiwan, klaim di Laut China Selatan, Kepulauan Senkaku, dan Arunachal Pradesh di India," tulis laporan Pentagon.

Tidak adanya bantahan dari pihak Tiongkok bisa dilihat sebagai pengakuan tidak langsung bahwa klaim AS ada benarnya. Ini juga menunjukkan kecenderungan ekspansionis dalam kebijakan pemerintahannya.

Halaman Selanjutnya
Jepang Ultimatum China soal Taiwan

MEMBACA  OpenAI dan pesaing-pesaingnya mencari jalan baru menuju AI yang lebih cerdas saat metode saat ini mencapai batasan By Reuters

Tinggalkan komentar