JAKARTA – Usaha menghemat bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG) tidak selalu berarti membatasi kegiatan ekonomi. Pendekatan efisiensi malah bisa meningkatkan produktivitas, asalkan dilakukan dengan terukur dan berdasarkan kebutuhan.
Menurut dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Ciplis Gema Qoriah, konsep hemat energi lebih pada kepintaran dalam pemakaian. “Artinya, dengan sumber daya yang ada, kita bisa mengoptimalkan biaya dan manfaat didukung mitigasi risiko yang bagus, memaksimalkan sistem digital, dan menciptakan sistem yang lebih tertata,” jelasnya.
Di tingkat rumah tangga, langkah efisiensi bisa dimulai dari hal sederhana seperti memakai listrik sesuai keperluan, memilih alat elektronik berdaya rendah, dan mengelola pemakaian gas secara efektif. Perencanaan penggunaan BBM untuk mobilitas sehari-hari juga penting, termasuk pertimbangan jarak, kondisi jalan, dan kepentingan aktivitas.
Pendekatan ini membuat alokasi energi menjadi lebih tepat sasaran tanpa menurunkan produktivitas. Ke depannya, pemanfaatan energi alternatif seperti panel surya di tingkat rumah tangga berpotensi untuk dikembangkan, dengan dukungan kebijakan pemerintah seperti subsidi bertahap.
Pada tingkat industri, prinsip efisiensi diterapkan dalam skala yang lebih besar. Penggunaan energi perlu direncanakan berdasarkan prioritas produksi dan target pendapatan. Optimalisasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan, juga berperan menekan biaya dan meningkatkan kualitas hasil produksi.