Status Darurat Sampah Dicabut di 35 Kabupaten dan Kota, Menyatakan Menteri

Jakarta (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa 35 kabupaten dan kota telah berhasil keluar dari status darurat sampah, meski sekitar 400 wilayah lain masih perlu memperbaiki sistem pengelolaannya.

Dalam sebuah podcast bersama ANTARA di Jakarta pada Rabu, ia menjelaskan bahwa saat penilaian tata kelola sampah dimulai tahun lalu, kementeriannya membagi wilayah menjadi dua kategori.

Wilayah yang nilai-nya di atas 60 poin dianggap telah memiliki pemahaman yang kokoh tentang pengelolaan sampah, sementara yang nilainya di bawah ambang batas itu dinyatakan dalam keadaan darurat sampah.

"Pada awal tahun 2025, hampir semua wilayah berada dalam status darurat sampah. Sekarang, 35 kabupaten dan kota telah terbebas dari status tersebut," kata Nurofiq.

Namun, ia mencatat bahwa sekitar 400 kabupaten dan kota lain di seluruh Indonesia masih menyandang status darurat sampah. Ini termasuk wilayah-wilayah yang pengelolaan sampahnya mendapat sorotan, seperti Tangerang Selatan dan Bali.

Timbunan sampah di Tangerang Selatan dianggap unik karena kota tersebut berada di kawasan megapolitan dengan populasi yang beragam, sehingga membutuhkan pendekatan pengelolaan yang khusus.

Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan pemerintah daerah memimpin beberapa upaya, termasuk mendorong pengelolaan sampah mandiri untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir.

Kementerian juga melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan upaya pengelolaan sampah dan menutup TPA yang masih menggunakan sistem open dumping, yaitu praktik di mana sampah hanya ditumpuk tanpa pengolahan lebih lanjut.

Pada kesempatan itu, Menteri Nurofiq juga menyatakan bahwa tingkat pengelolaan sampah Indonesia mencapai 24,95 persen per Januari 2026, meningkat signifikan dari 10 persen yang tercatat di awal 2025.

MEMBACA  Bagaikan Langit dan Bumi: Gaji Bulanan di Kota Terkaya vs Termiskin di Dunia

Berita terkait: Tingkat pengelolaan sampah Indonesia naik jadi 24,95 persen

Berita terkait: Dari sampah plastik jadi bahan bakar, Bali genjot upaya energi berkelanjutan

Berita terkait: Jakarta kerahkan 100.000 personel untuk bersih-bersih kota besar-besaran

Penerjemah: Prisca Triferna, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar