Situasi Lokasi Ledakan Masjid di Jawa Timur Dinyatakan Aman oleh Kepolisian

Jember, Jawa Timur (ANTARA) – Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto menyatakan kondisi sudah terkendali pasca ledakan di sebuah masjid di Jember. Tidak ada korban jiwa dan penyelidikan masih berlangsung, menurut otoritas pada Selasa.

Pasukan keamanan bergerak cepat untuk mengamankan lokasi. Tim gabungan dari polisi setempat dan komando provinsi dikerahkan, termasuk unit identifikasi, forensik, penjinakan bom, dan penyelidikan kriminal.

Otoritas menyatakan kawasan telah diamankan dengan upaya sterilisasi berkelanjutan untuk menjamin keamanan. Temuan sementara menunjukkan ledakan tidak mengakibatkan korban.

Polisi meminta warga di komplek perumahan sekitar untuk tetap tenang dan menghindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang dapat memicu kecemasan atau keresahan masyarakat.

Mereka menyebut kegiatan rutin selama bulan suci Ramadhan dapat berjalan seperti biasa, dengan menjamin kehadiran pengamanan yang berlanjut pasca insiden ini.

Terkait ledakan tersebut, Polda Jawa Timur menemukan beberapa zat kimia saat penyelidikan TKP di masjid di Kompleks Perumahan Pesona Raya Regency, Patrang, pada Selasa.

“Kami harus berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam penyelidikan agar hasilnya akurat, karena ada indikasi bahan kimia di lokasi,” kata Nanang dalam konferensi pers di Jember.

Dia menambahkan bahwa pengumpulan bukti memerlukan peralatan khusus dan ketelitian, mengingat dugaan adanya zat berbahaya di tempat kejadian.

Petugas akan tetap ditempatkan di masjid hingga kondisi benar-benar stabil dan tidak memerlukan lagi peningkatan tindakan pengamanan, ujar Nanang.

Polisi akan membuka garis polisi begitu penyelidikan selesai, sehingga masjid dapat dibuka kembali untuk ibadah menyambut hari-hari terakhir Ramadhan.

Seorang warga setempat, Teguh Muharjono, mengatakan ledakan terjadi menjelang akhir salat tarawih, dengan imam melanjutkan rakaat terakhir.

Setelah salat usai, jamaah berhamburan keluar karena ledakan diduga berasal dari area wudhu pria, katanya.

MEMBACA  Senegal mencari jawaban 80 tahun setelah pembantaian tentara Afrika oleh Prancis Oleh Reuters

Sebuah kotak logam yang diduga sebagai sumber ledakan biasanya digunakan untuk menyimpan sarung, menurut kesaksiannya.

Sebagian warga masih trauma dan ragu-ragu untuk kembali ke masjid pasca ledakan Senin malam itu, berharap kondisi normal sebelum Idul Fitri.

Berita terkait: Ledakan terjadi di masjid Jember saat tarawih, dalam penyelidikan

Berita terkait: Lebih dari 50 terluka dalam ledakan masjid sekolah di Jakarta Utara

Penerjemah: Zumrotun S, Rahmad Nasution
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar