Singapura Tawarkan 15.700 Lowongan dengan Gaji di Atas Rp50 Juta per Bulan

Rabu, 11 Februari 2026 – 00:39 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak pasti, Singapura tetap menunjukkan posisinya sebagai magnet investasi bernilai tinggi. Komitmen investasi yang masuk sepanjang tahun 2025 tidak hanya memperkuat fondasi ekonomi negara itu, tetapi juga diperkirakan akan menciptakan ribuan peluang kerja baru dengan upah yang kompetitif.

Baca Juga :


Fakta-Fakta Kecelakaan Bocah WNI 6 Tahun di Singapura dan Update Terbarunya

Investasi yang berhasil diamankan diproyeksikan akan membuka sekitar 15.700 lapangan kerja dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Sekitar dua pertiga dari posisi tersebut diperkirakan menawarkan gaji kotor bulanan diatas 5.000 dolar Singapura (setara Rp66 jutaan).

Ketua lembaga pengembangan ekonomi Singapura, Png Cheong Boon, mengatakan bahwa pekerjaan-pekerjaan ini dirancang untuk berbagai tahapan karier.

Baca Juga :


Kronologi Anak WNI Tewas dalam Kecelakaan Fatal di Singapura

“Pekerjaan ini akan menawarkan jalur karier yang bermakna bagi para pekerja kami, terutama mereka yang punya keahlian yang dibutuhkan dan berkinerja baik. Pekerjaan ini juga memberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru dan mengambil peran baru,” ujarnya seperti dikutip dari The Straits Times, Rabu, 11 Februari 2026.

Dari total lapangan kerja yang akan tercipta, sekitar 40 persen berada di sektor jasa, 37 persen di manufaktur, dan 23 persen di bidang riset, pengembangan (R&D), serta inovasi. Sebagian besar posisi ditujukan bagi profesional, manajer, eksekutif, dan teknisi. Ini mencakup lulusan baru maupun pekerja yang ingin berganti karier di tengah perjalanan profesional mereka.

Baca Juga :


KBRI Beri Pendampingan Penuh Kasus Anak WNI Tewas Kecelakaan di Singapura

Nilai investasi aset tetap yang masuk pada tahun 2025 mencapai 14,2 miliar dolar Singapura, meningkat 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, jumlah proyeksi pekerjaan ini adalah yang terendah dalam satu dekade terakhir, turun sekitar 16 persen dari tahun 2024.

MEMBACA  Detik-Detik Nadiem Makarim Bersalaman dengan Ira Puspadewi Menjelang Putusan Sela Kasus Korupsi Laptop Chromebook

Managing Director lembaga tersebut, Jermaine Loy, menjelaskan adanya perubahan struktural yang mempengaruhi kebutuhan tenaga kerja. “Ada beberapa pergeseran struktural yang sedang terjadi, seiring dengan meningkatnya otomatisasi dan digitalisasi di berbagai industri,” ungkapnya.

Meski begitu, ia menekankan bahwa kualitas pekerjaan tetaplah prioritas utama. “Pekerjaan yang diperkirakan akan tercipta adalah pekerjaan yang baik, bernilai tinggi, dan menawarkan jalur karier yang bermakna bagi warga Singapura,” paparnya.

Untuk mendukung kesiapan tenaga kerja, berbagai program pelatihan terus dikuatkan, termasuk peningkatan keterampilan digital seperti penerapan praktis kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan komputasi awan.

Kemitraan dengan perguruan tinggi juga dijalankan untuk menyiapkan talenta lokal bagi peran-peran di bidang R&D. Investasi baru juga mengalir ke sektor-sektor strategis seperti AI, precision medicine, ekonomi hijau, perangkat keras generasi baru, serta teknologi mobilitas. Hal ini menandakan arah transformasi ekonomi Singapura menuju basis inovasi berteknologi tinggi.

Kejagung Ungkap Alasan Jamdatun Batal Hadiri Sidang Praperadilan Paulus Tannos di Singapura

Kejagung menjelaskan alasan Jamdatun, R. Narendra Jatna batal menghadiri sidang praperadilan terkait ekstradisi Paulus Tannos di Singapura sebagai ahli.

VIVA.co.id

10 Februari 2026

Tinggalkan komentar