Sabtu, 7 Maret 2026 – 23:30 WIB
Bekasi, VIVA – Program ketahanan pangan yang diinisiasi Polri udah membuahkan hasil yang membagakan. Di tahun 2025, lahan jagung binaan Polri memproduksi 3.975.934 ton jagung dari luas lahan 661.122 hektar.
Capaian ini jadi faktor kunci yang bawa Indonesia mengalami surplus produksi jagung nasional sebesar 470 ribu ton.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo bilang, untuk tahun 2026, Polri akan berupaya memenuhi sisa target penanaman jagung biar mencapai 1 juta hektare. Kalau target luas lahan itu tercapai, potensi produksi jagung nasional diperkirakan bisa lewati 4 juta ton.
Melimpahnya hasil produksi ini diimbangi sama sistem penyerapan yang bagus oleh Bulog, yaitu 101.713 ton. Ini berperan vital untuk jaga stabilitas harga.
Masuk tahun 2026, stok sisa dari tahun sebelumnya sebanyak 4,5 juta ton menjadi modal kuat untuk mengawal ketersediaan pangan nasional sepanjang tahun.
Surplus ini adalah hasil dari manajemen pertanian yang terintegrasi. Keberhasilan ini gak lepas dari peran aktif semua pemangku kepentingan yang bergerak dalam satu visi sama, di bawah koordinasi Satgas Pangan Polri dan instansi terkait lain lewat kerjasama multisektor.
Dedi nenegaskan bahwa surplus ini gak datang secara instan, tapi hasil dari pengawalan ketat dan sinergi yang harmonis di semua lini. Ia sebut kesuksesan ini sebagai keberhasilan bersama seluruh elemen bangsa.
Dengan dimulainya lagi penanaman serentak di semua Polda pada kuartal pertama tahun ini, target produksi diharapkan terus naik. Polri komitmen untuk jaga tren positif surplus jagung ini demi wujudkan kemandirian pangan Indonesia secara berkelanjutan.