Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menekankan komitmen Indonesia untuk berperan dalam mengakhiri konflik dan bencana kemanusiaan global. Ini termasuk dukungan teguh bagi kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik di Myanmar.
Dalam pidatonya di Sesi ke-61 Dewan HAM PBB (UNHRC) di Jenewa, Swiss, pada Senin, ia menyampaikan keprihatinan mendalam Indonesia atas konflik dan krisis kumanusiaan yang terjadi di seluruh dunia, khususnya di Palestina.
“Terkait rakyat Palestina, Indonesia menegaskan kembali dukungan yang tidak tergoyahkan bagi hak-hak mereka yang tidak dapat dicabut,” ujar menteri tersebut, seperti dipantau melalui siaran langsung UN Web TV di Jakarta.
Ia mendesak diakhirinya segala bentuk kekerasan di Palestina dan menyerukan akses kemanusiaan yang segera, penuh, aman, dan tanpa hambatan. Lebih lanjut, Indonesia mendukung tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Palestina berdasarkan solusi dua negara.
Selain itu, Menteri Sugiono menekankan komitmen Indonesia dalam ASEAN untuk terus mendorong pelaksanaan efektif Konsensus Lima Poin (5PC), yang seharusnya menjadi landasan untuk mengakhiri konflik di Myanmar.
Dia menyampaikan tekad Indonesia untuk memperkuat Komisi Antar-Pemerintah ASEAN untuk Hak Asasi Manusia (AICHR) sebagai mekanisme perlindungan dan promosi HAM di wilayah Asia Tenggara.
Sambil menyatakan keprihatinan atas konflik dan bencana kemanusiaan, dia mencatat bahwa tantangan seperti itu memerlukan dialog yang tulus dan keterlibatan konstruktif berdasarkan objektivitas.
“Menegakkan hukum kemanusiaan internasional adalah kewajiban kolektif kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa solusi untuk mengakhiri konflik secara berkelanjutan tidak dapat dipaksakan, tetapi harus dibangun melalui kepercayaan dan saling menghargai.
Sesi ke-61 UNHRC—yang berlangsung dari 23 Februari hingga 31 Maret 2026—merupakan tonggak sejarah sebagai sesi pertama yang dipimpin oleh Indonesia melalui Perwakilan Tetapnya di PBB Jenewa, Duta Besar Sidharto R. Suryodipuro.
Sepanjang kepresidenan Indonesia, isu-isu tematik yang akan dibahas mencakup pencegahan mutilasi alat kelamin perempuan, promosi budaya damai, pendanaan pembangunan berkelanjutan, hak penyandang disabilitas, dan hak anak.
Berita terkait: Indonesia tegaskan komitmen pada diplomasi HAM PBB
Penerjemah: Nabil Ihsan, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026