Seusai 5 Tahun Menanti, Rumah Guru Ngaji Istri Gagal Ginjal Akhirnya Direnovasi Kapolri

Air mata bahagia tak terbendung di pipi Ustadz Ahmad Zaini (75). Guru ngaji asal Palembang, Sumatera Selatan ini seperti mendapat mukjizat saat sedang putus asa. Rumah reotnya mulai dibongkar untuk dibangun kembali.

Bukan oleh pemerintah kota, tapi lewat uluran tangan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tepat saat Hari Bhayangkara 2026. Momen bersejarah bagi keluarga ustadz itu terjadi pada Rabu, 1 Juli 2026, bertepatan dengan HUT ke-80 Korps Bhayangkara.

Dengan tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Kapolri menunjukkan kepedulian nyata melalui program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) yang bekerja sama dengan Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (MPPI).

Pak Zen sudah menunggu lama punya hunian layak. Dari tahun 2020 hingga 2025, ia sudah lima kali mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Palembang. Namun setengah dekade itu sia-sia saja tanpa kejelasan.

Di tengah rumah yang hampir roboh, pria yang akrab dipanggil Pak Zen ini harus merawat istri yang menderita gagal ginjal kronis. Istrinya harus menjalani cuci darah delapan kali sebulan, dan sudah enam tahun terakhir!

“Tak menyangka sama sekali, semua cepat berlalu. Minggu lalu disurvei, minggu depannya tim datang dan hari ini rumah dibongkar. Alhamdulillah Terima kasih Pak Kapolri,” kata Pak Zen bergetar di rumahnya, Jalan Sentosa Lorong Nasional 4, Plaju Ulu, Palembang, Rabu (1/7/2026).

Rahmadi Baginda Siregar, salah satu warga Plaju Ulu, membenarkan penderitaan itu. Ia melihat sendiri bagaimana birokrasi daerah sering mengecewakan sang guru ngaji.

“Data Pak Zen sudah dikirim lima kali ke kelurahan lewat pengurus RT, tetapi selalu hasilnya nol. Alhamdulillah doa Pak Zen dijawab lewat program Kapolri,” kata Rahmadi

MEMBACA  Mesin Pemotong Rumput Terbaik untuk Tahun 2024

Tinggalkan komentar