Seminar KAMAJAYA Soroti Optimalisasi Pengoperasian Infrastruktur Konstruksi

loading…

KAMAJAYA menggelar seminar nasional bertajuk Beyond Construction in Indonesia (Operation and Maintaining Infrastructure in Ibu Kota Nusantara) di Kampus Universitas Atma Jaya, Yogyakarta, Jumat (20/2/2026). Foto/Dok. SindoNews

YOGYAKARTA – Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KAMAJAYA) telah menyelenggarakan seminar nasional dengan tema Beyond Construction in Indonesia (Operation and Maintaining Infrastructure in Ibu Kota Nusantara). Seminar ini dianggap penting karena selama para insinyur di Indonesia maupun luar negeri, lebih fokus pada konsep design and construction atau perencanaan dan pelaksanaan pembangunan saja.

Setelah infrastruktur selesai dibuat, sering kali tidak ada pendekatan profesional untuk mengoptimalkan dan mengoperasikan fungsi layanan dari infrastruktur tersebut dengan baik. “Sebenarnya, infrastruktur atau bangunan fisik baru akan berfungsi secara optimal setelah masuk ke fase operation and maintaining atau pengoperasian dan pemeliharaan,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat KAMAJAYA, Desiderius Viby Indrayana, dalam sambutannya pada Jumat (20/2/2026). Baca juga: Finlandia-Uni Eropa Digandeng Bangun Pondasi Smart City di IKN, Begini Konsepnya

Viby, yang juga merupakan Ketua Umum Perkumpulan Tenaga Ahli dan Terampil Konstruksi Indonesia (GATAKI), menjelaskan bahwa pada masa perencanaan dan pembangunan, sebuah infrastruktur sebenarnya belum bisa memberikan layanan yang optimal. Karena itu, fase operation and maintaining adalah yang paling kritis. Di fase inilah keandalan dan pemahaman teknis benar-benar diuji.

Menurutnya, Indonesia sudah terkenal akan kemampuannya membangun struktur-struktur yang luar biasa, baik itu mega struktur maupun struktur yang unik dan spesifik. Namun, kemampuan para insinyur Indonesia masih perlu diuji, bukan dalam hal perencanaan pembangunan, tetapi dalam pengoprasian dan pemeliharaan infrastruktur yang sudah jadi. “Supaya infrastruktur bisa memberikan layanan sesuai dengan masa pakai yang direncanakan,” jelasnya.

MEMBACA  Seskab, Menteri PUPR, dan KSAD Bahas Pemulihan Infrastruktur Pasca-Bencana di Sumatera

Lebih jauh, Viby menyoroti keberadaan IKN Nusantara sebagai suatu kebanggan bagi Indonesia. “IKN Nusantara bisa disebut sebagai laboratorium hidup untuk menerapkan semua ilmu konstruksi terkini, tidak hanya dalam desain dan pembangunannya, tapi juga dalam pengelolaannya,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar