Senin, 12 Januari 2026 – 01:10 WIB
Lumajang, VIVA – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi. Gunung itu mengeluarkan awan panas guguran sejauh 5 kilometer pada Minggu malam, 11 Januari 2026.
Baca Juga:
Gunung Semeru Erupsi 30 Kali dalam Enam Jam, Warga Diimbau Tetap Waspada
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 22.25 WIB. Erupsi berupa Awan Panas Guguran dengan jarak luncur sekitar 5 km," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian. Laporan itu diterima di Lumajang.
Menurut dia, tinggi kolom letusan teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak, atau 5.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Baca Juga:
Gunung Ibu Erupsi, Abu Vulkanik Menyembur 800 Meter dari Puncak
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur dan tenggara," ujarnya.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi 696 detik.
Baca Juga:
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Tinggi Letusan Capai 1,2 Km
Saat ini, status Gunung Semeru adalah level III (Siaga). Masyarakat disarankan tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak.
Di luar jarak itu, masyarakat tidak boleh beraktifitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan lahar hingga 17 km dari puncak.
"Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah karena bahaya lontaran batu pijar," katanya.
Masyarakat juga harus waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga mengancam sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (Ant)