Sekutu Putin Ikuti Peringatan AS: Jangan Coba-Coba dengan Rusia

Rabu, 7 Januari 2026 – 17:33 WIB

Moskow, VIVA – Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, meniru postingan grafik Departemen Luar Negeri AS pada Selasa malam. Dia mengeluarkan peringatan "jangan main-main" kepada Washington, yang mencerminkan pesan Amerika terkait Presiden Donald Trump.

Baca Juga:
Puluhan Tewas Akibat Serangan AS, Venezuela Umumkan 7 Hari Berkabung Nasional

"Selamat Natal Ortodoks, dunia Rusia!" tulis Medvedev di platform media sosial AS, X.

Medvedev menyertai unggahannya dengan membagikan gambar hitam putih bergaya Katedral Kristus Penebus di Moskow. Di atas gambar tertera tulisan tebal berwarna merah: "JANGAN BERMAIN-MAIN DENGAN RUSIA."

Baca Juga:
Dampak Konflik AS-Venezuela ke RI Terbatas, CSIS Sebut Indonesia Punya Peluang Ekonomi

Postingan tersebut merupakan tanggapan visual terhadap grafik yang diterbitkan oleh akun berbahasa Rusia milik Departemen Luar Negeri AS. Unggahan Amerika itu menampilkan foto hitam-putih Presiden Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang sedang mengamati operasi militer di Venezuela, dengan teks: "JANGAN MAIN-MAIN DENGAN PRESIDEN TRUMP."

Baca Juga:
Rusia Kerahkan Kapal Selam Mengawal Tanker dari Venezuela yang Diburu AS

Keterangan dari Departemen Luar Negeri AS menggambarkan Trump sebagai "pria yang bertindak," sambil menambahkan pertanyaaan retoris: "Apakah Anda tidak tahu? Sekarang Anda tahu."

Respons Medvedev menggunakan font, skema warna, dan struktur kalimat yang persis sama dengan yang dipakai Washington. Ini menandakan peningkatan retorika setelah kejadian di Caracas.

Pertukaran digital ini terjadi beberapa hari pasca operasi militer AS di ibu kota Venezuela pada 3 Januari. Laporan menunjukkan adanya ledakan dan aktivitas pesawat di atas Caracas sebelum pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya.

Jaksa Agung AS Pam Bondi mengumumkan dakwaan "narkoterorisme" dan perdagangan narkoba terhadap Maduro setelah operasi tersebut.

MEMBACA  Robinhood bertujuan untuk memanfaatkan dorongan perdagangan saham pemerintah Inggris dengan peluncuran Isa.

Meskipun pemerintah Venezuela mengutuk tindakan ini sebagai serangan terhadap kedaulatannya, AS membingkai langkah tersebut sebagai tindakan penegakan hukum yang diperlukan.

AS: Venezuela Harus Hentikan Kerja Sama dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba

Venezuela harus bekerja sama secara eksklusif dengan AS dalam produksi minyak dan memberikan preferensi kepada Washington ketika menjual minyak mentah berat.

VIVA.co.id
7 Januari 2026