Sekolah di Aceh Kembali Aktif Didorong Pemulihan Pascabencana

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan pada Senin bahwa aktivitas belajar mengajar di daerah terdampak bencana di Aceh berjalan sesuai rencana. Hal ini menandai langkah penting pemulihan provinsi tersebut pasca banjir dan tanah longsor baru-baru ini.

Mu’ti menyampaikan hal tersebut saat memimpin upacara di SMKN 4 Kejuruan Muda di Aceh Tamiang, yang secara simbolis menandai dimulainya kembali kegiatan sekolah pasca bencana.

“Bencana membentuk kita, mendorong kita untuk menjadi lebih kuat, lebih sabar, dan lebih kreatif,” kata Mu’ti dalam sebuah pernyataan.

Ia menggambarkan hari pertama kembali ke sekolah sebagai momen yang kuat yang mencerminkan ketangguhan dan tekad siswa untuk bangkit setelah kesulitan.

Menurut menteri, meskipun bencana pasti membawa kerugian dan gangguan, hal itu tidak boleh memadamkan harapan dan impian anak-anak untuk masa depan.

Dia mendorong siswa, guru, dan staf sekolah untuk tetap bersyukur dan optimis, meskipun upaya pemulihan masih berlangsung di beberapa kabupaten.

Pendidikan, tegas Mu’ti, harus terus berlanjut dalam kondisi apa pun, karena keinginan untuk belajar melampaui keterbatasan fisik dan kondisi darurat.

“Anak-anak adalah harapan masa depan Indonesia. Jangan pernah berhenti mengejar cita-cita dan jangan pernah hilangkan harapan. Keterbatasan tidak boleh melemahkan tekad untuk terus belajar dan meningkatkan diri,” ujarnya.

Menteri juga memuji pemerintah provinsi Aceh, pemerintah kabupaten Aceh Tamiang, guru, tenaga pendidikan, dan masyarakat setempat atas peran mereka dalam memulihkan kegiatan sekolah.

Dia mengatakan kehadiran pemerintah di hari pertama sekolah menunjukkan komitmennya untuk melindungi hak atas pendidikan, khususnya dalam situasi pasca bencana.

Berita terkait: 85 persen sekolah terdampak bencana di Aceh dan Sumatra kembali gelar kelas

MEMBACA  Batik Aromaterapi Asal Madura Menembus Pasar Amerika Serikat hingga Jepang

Untuk mendukung proses pemulihan, kementerian telah melanjutkan perbaikan fasilitas sekolah yang rusak di seluruh daerah terdampak.

Sekolah yang mengalami kerusakan telah diprioritaskan untuk mendapat bantuan revitalisasi, termasuk rehabilitasi ruang kelas dan penggantian perabot untuk memastikan ruang belajar yang aman dan nyaman.

Mu’ti mengatakan pemerintah juga akan menjamin pendanaan berkelanjutan untuk pemulihan sekolah melalui program seperti Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026.

Dia berharap inisiatif ini dapat secara signifikan meningkatkan fasilitas belajar dan membantu siswa mengejar tujuan pendidikan mereka tanpa gangguan.

“Pemulihan pendidikan bukan hanya tentang membuka kembali sekolah, tetapi tentang memastikan anak-anak dapat belajar lagi dengan percaya diri, semangat, dan optimisme,” kata Mu’ti.

Berita terkait: Banjir – Anggaran pendidikan direvisi untuk percepat pemulihan sekolah

Penerjemah: Hana Dewi Kinarina Kaban, Mecca Yumna
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026