Segmen Hingga Rp 300 Juta Masih Kuasai Pasar Mobil Nasional

Jakarta, VIVA – Segmen mobil dengan harga sampai Rp300 juta tetap merupakan tulang punggung utama pasar otomotif nasional sepanjang tahun 2025. Di tengah dinamika ekonomi dan perubahan selera konsumen, kendaraan dengan harga terjangkau ini menunjukkan ketahanan yang kuat.

Data penjualan eceran dari Januari hingga Desember 2025 menunjukan bahwa mayoritas konsumen di Indonesia masih mengutamakan aspek fungsional dan efisiensi. Mobil tidak hanya dipandang sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari dan aktivitas usaha.

Salah satu indikator kuat terlihat dari performa penjualan Daihatsu yang mencapai 137.835 unit sepanjang 2025. Pencapaian ini mencerminkan besarnya kontribusi segmen harga menengah ke bawah dalam menjaga stabilitas pasar.

Lebih dari 80 persen penjualan eceran Daihatsu didukung oleh model-model di segmen mass market. Hal ini menegaskan bahwa permintaan terbesar tetap berasal dari kendaraan yang menawarkan keseimbangan antara harga dan fungsi.

Di segmen Low Cost Green Car (LCGC), penjualan Sigra dan Ayla mencapai total 47.901 unit sepanjang 2025. Angka ini juga memperlihatkan tingginya minat konsumen terhadap mobil keluarga yang harganya terjangkau.

Segmen LCGC sendiri masih menjadi pintu masuk utama untuk kepemilikan mobil pertama di Indonesia. Selain harga, efisiensi bahan bakar dan kemudahan perawatan menjadi faktor penentu.

Sementara itu, segmen SUV Medium juga terus menunjukkan daya tarik meski persaingan semakin ketat. Terios mencatat penjualan 15.557 unit dan berada di jajaran atas SUV Medium favorit.

Menariknya, SUV dengan harga dibawah Rp300 juta justru menjadi penopang utama segmen ini. Ini memperlihatkan bahwa konsumen menginginkan tampilan dan fungsi SUV tanpa harus masuk ke kelas premium.

Di sisi lain, kendaraan niaga ringan juga memainkan peran penting. Seri Gran Max membukukan penjualan 61.871 unit dan menjadi andalan bagi pelaku usaha kecil hingga menengah.

MEMBACA  Saham Asia tidak bergerak karena kecemasan suku bunga masih bertahan; Jepang jatuh dari level tertinggi sepanjang masa Oleh Investing.com

Kebutuhan distribusi barang dan mobilitas usaha membuat segmen Commercial Low relatif stabil. Kendaraan di kelas ini dipilih karena keandalannya serta biaya operasional yang terukur.

Secara keseluruhan, Daihatsu tercatat sebagai merek dengan pangsa pasar terbesar di segmen harga hingga Rp300 juta, yaitu sekitar 32,5 persen. Posisi ini memperkuat gambaran bahwa pasar volume masih menjadi fondasi industri otomotif.

“Pencapaian ini menjadi penguat konsistensi Daihatsu dalam mempertahankan posisi nomor 2 penjualan otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut,” ujar Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani.

Tinggalkan komentar