loading…
Sebelum peristiwa Isra Mikraj, ternyata Malaikat Jibril pernah membelah dada Nabi SAW dan menyucikan hatinya karena perintah Allah SWT. Foto ilustrasi/Sindonews
Ada cerita dan hikmah yang menarik untuk disimak dari peristiwa agung Isra Mikraj, salah satunya tentang Malaikat Jibril. Dikisahkan bahwa sebelum diperjalankan dalam Isra Mikraj ini, dada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dibelah oleh Malaikat Jibril. Pembelahan dada Rasulullah ini bertujuan untuk menyucikan hati dan melapangkannya.
Dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW disucikan hatinya oleh Malaikat sebanyak tiga kali. Pertama ketika beliau masih kecil, kedua sebelum menerima wahyu, dan ketiga ketika peristiwa Isra Mikraj.
Al-Imam Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliky Al-Hasani menceritakan peristiwa agung ini dalam Kitab Al-Anwaarul Bahiyyah dan Dzikrayaat wa Munaasabaat. Suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail dekat Ka’bah, saat itu Beliau berbaring di antara paman Beliau, Sayyiduna Hamzah, dan sepupu Beliau, Sayyiduna Ja’far bin Abi Thalib.
Tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil menghampiri Beliau lalu membawanya ke arah sumur Zamzam. Setibanya di sana, mereka merebahkan tubuh mulia Rasulullah untuk dibelah dadanya oleh Jibril.
Dalam riwayat lain disebutkan, suatu malam atap rumah Nabi terbuka, kemudian Jibril turun membelah dada Beliau sampai di bawah perut. Lalu Jibril berkata kepada Mikail: "Datangkan kepadaku nampan dengan air Zamzam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya."
Perlu diketahui bahwa penyucian ini bukan berarti hati Nabi kotor. Justru Nabi sudah diciptakan oleh Allah dengan hati yang paling suci dan mulia. Hal ini tidak lain untuk menambah kesucian di atas kesucian dan untuk lebih memantapkan serta menguatkan hati Beliau.
Baca juga: Gambaran Wujud Malaikat Jibril, Memiliki 600 Sayap dan Bisa Menyerupai Seseorang
Apalagi beliau akan melakukan suatu perjalanan agung penuh hikmah serta sebagai persiapan untuk berjumpa dengan Allah ‘Azza wa Jalla. Ketika dada Beliau dibelah, Jibril mengeluarkan hati Beliau lalu membasuhnya tiga kali. Kemudian didatangkan satu nampan emas dipenuhi hikmah dan keimanan. Jibril menuangkannya ke dalam hati Beliau, maka penuhlah hati Rasulullah dengan kesabaran, keyakinan, ilmu, dan kepasrahan penuh kepada Allah, lalu ditutup kembali oleh Jibril.
Setelah penyucian hati baginda Rasulullah selesai, Jibril kemudian menyiapkan Buraq lengkap dengan pelana dan kendalinya. Binatang ini berwarna putih, lebih besar dari himar tapi lebih rendah dari baghal. Dia berjalan sejauh pandangan matanya, panjang kedua telinganya, dan jika turun dia mengangkat kedua kaki depannya. Buraq diciptakan dengan dua sayap pada sisi pahanya untuk membantu kecepatannya.