Sebelum Menyerang Iran, AS Perkuat Pertahanan Udara di Lima Negara Sekutu

loading…

AS perkuat pertahanan udara di lima negara sekutunya sebelum serang Iran. Foto/X/@Defence_Index

TEHERAN – Amerika Serikat memperkuat pertahanan udara dan sistem rudal di kawasan Timur Tengah. Ini merupakan persiapan menanggapi kemungkinan balasan dari Iran jika ada aksi militer AS di masa depan. Penguatan sistem pertahanan udara ini dilakukan di lima negara sekutu AS.

Menurut pejabat AS yang berbicara ke The Wall Street Journal, Pentagon mengirimkan tambahan baterai THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) dan lebih banyak sistem Patriot ke lokasi-lokasi dimana pasukan AS berada. Negara-negara itu termasuk Yordania, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar.

Sistem THAAD dibuat untuk mencegat rudal balistik yang terbang di ketinggian tinggi. Sementara itu, baterai Patriot bertugas melindungi dari ancaman jarak pendek dan terbang rendah. Para analis pertahanan mengatakan, pengerahan ini perlu dicermati karena AS hanya punya sejumlah terbatas baterai THAAD yang operasional di seluruh dunia. Memindahkan sistem seperti ini butuh banyak personel dan dukungan logistik.

Presiden AS Donald Trump belum umumkan keputusan soal aksi militer terhadap Iran. Tapi para pejabat menyatakan AS bisa melakukan serangan terbatas ke Iran dengan pasukan yang sudah ada. Namun, kampanye militer yang lebih besar kemungkinan akan memicu respons yang lebih besar juga dari Iran. Hal ini kemudian akan memerlukan pertahanan regional yang lebih kuat untuk melindungi personel dan mitra AS, termasuk Israel.

Angkatan Laut AS juga punya beberapa kapal perusak berpandu rudal di wilayah tersebut. Kapal-kapal ini mampu mencegat ancaman udara seperti rudal dan drone. Seorang pejabat Angkatan Laut mengatakan, kapal-kapal tersebut beroperasi dekat Selat Hormuz, di Laut Arab Utara, di Laut Merah dekat Israel, dan di Laut Mediterania timur.

MEMBACA  Drive serikat Starbucks: Anggota menggambarkan 'banyak pemotongan jam di seluruh negara'

Tinggalkan komentar