Jakarta (ANTARA) – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa sepanjang tahun 2025, jumlah Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencapai 19.188 unit. Layanan ini menjangkau 55,1 juta penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Per 31 Desember 2025, kami menutup tahun dengan 19.188 unit SPPG yang melayani 55,1 juta penerima manfaat,” kata Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam rapat antara BGN dan Komisi IX DPR di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan capaian ini dimungkinkan oleh penyerapan dana bantuan pemerintah untuk program MBG sebesar Rp55,2 triliun, melebihi target awal Rp52,2 triliun.
“Dana bansos yang diserap untuk program makanan bergizi ini jumlahnya Rp55,2 triliun, lebih tinggi dari target Rp52,2 triliun,” ujar Hindayana.
BGN menerima alokasi anggaran tambahan dari Kementerian Keuangan, dan total porsi yang kami olah dalam satu tahun kurang lebih 3,7 miliar porsi.
Dia menambahkan, per 19 Januari 2026, total telah berdiri 21.102 unit SPPG yang menjangkau 58,3 juta penerima manfaat Program MBG, dengan dana operasional harian mencapai Rp855 miliar.
“Dan realisasi anggaran hingga saat ini telah mendekati Rp18 triliun. Per 16 Januari 2026 angka nya Rp17,398 triliun. Per pagi ini, sudah mendekati Rp18 triliun,” jelas Hindayana.
Dari anggaran MBG, lanjutnya, 70 persen digunakan untuk membeli bahan pangan, 20 persen menutupi biaya operasional termasuk upah, dan 10 persen dialokasikan untuk insentif bagi semua mitra yang terlibat dalam Program MBG.
Program MBG diluncurkan pada 6 Januari 2025, dimulai dengan 190 SPPG atau dapur MBG yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia.
Berita terkait: Program Makan Gratis Indonesia dukung petani, pacu ekonomi lokal
Berita terkait: Wakil Menteri Tan dukung peran perempuan dalam pembangunan desa
Berita terkait: Program makan gratis Indonesia didorong terapkan model *zero-waste*
Penerjemah: Anita, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026