SBN Semakin Digemari, Transaksi Harian Tembus Rp60 Triliun pada 2025

Selasa, 14 April 2026 – 06:16 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Eddy Manindo Harahap menyampaikan perkembangan Surat Berharga Negara (SBN) menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Salah satu indikatornya terlihat dari rata-rata nilai transaksi harian yang mencapai Rp60 triliun pada periode tersebut.

“Perkembangan surat utang, baik SBN maupun obligasi korporasi, sejauh ini menunjukkan tren positif. Rata-rata nilai transaksi harian SBN, sekarang sudah cukup besar sekitar Rp60 triliun pada 2025,” ujar Eddy dikutip dari Antara pada Selasa, 14 April 2026.

Eddy menambahkan, kepemilikan SBN yang dapat diperdagangkan juga tumbuh 8,67 persen secara year on year (yoy). Capaian ini mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan sekaligus menunjukkan kepercayaan pelaku pasar yang semakin kuat terhadap instrumen surat utang.

Lonjakan ini menjadi sinyal bahwa minat investor, baik domestik maupun asing, terhadap SBN pemerintah terus menguat di tengah dinamika pasar keuangan global.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi

Lebih lanjut, Eddy merinci aktivitas repurchase agreement (repo) SBN membukukan kenaikan signifikan. Saat ini, porsi repo SBN terhadap total transaksi mencapai sekitar 35 persen dengan repo antarbank menyumbang lebih dari 70 persen dari total aktivitas repo.

“Termasuk juga porsi Repo SBN terhadap total transaksi itu saat ini 35 persen, dan juga Repo antarbank ini juga menyumbang hingga lebih dari 70 persen dari aktivitas Repo,” tambah Eddy.

Eddy menegaskan, data-data tersebut mencerminkan pendalaman pasar keuangan domestik semakin kuat. Selain itu, proses price recovery semakin baik dan mekanisme Repo semakin berkembang berbasis pasar (market-driven).

Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) membukukan total nilai transaksi Rp1.382,1 triliun sepanjang 2025. Angka ini melejit 461,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

MEMBACA  Pimpinan Perusahaan Picu Sensasi di US Open 2025 Usai Ambil Topi Bocah

Dari total tersebut, transaksi repo mencapai Rp751,6 triliun, sementara transaksi outright atau jual beli surat utang sebesar Rp630,5 triliun. Aktivitas ini menunjukkan meningkatnya likuiditas di pasar surat utang domestik.

Sebagai informasi, kini SPPA telah digunakan oleh 39 pengguna jasa, dengan 14 di antaranya aktif dalam transaksi repo. Pengguna tersebut terdiri dari bank umum, bank pembangunan daerah, hingga perusahaan sekuritas. (ANT)

Tinggalkan komentar