Sabtu, 28 Februari 2026 – 22:40 WIB
VIVA – Maskapai nasional Arab Saudi, Saudia Airlines, membatalkan beberapa penerbangan internasional menyusul memburuknya situasi keamanan di Timur Tengah dan penutupan sejumlah wilayah udara.
Maskapai itu menyatakan pembatalan dilakukan sesuai standar keselamatan penerbangan. Pusat Koordinasi Darurat mereka terus memantau perkembangan bersama pihak berwenang terkait.
Dalam pernyataan resmi di akun X Saudia Group pada 28 Februari 2026, maskapai menegaskan langkah ini diambill untuk memastikan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
“Sehubungan perkembangan situasi di kawasan dan penutupan wilayah udara, sejumlah penerbangan kami dibatalkan sesuai standar keamanan. Pusat koordinasi darurat terus memantau perkembangan,” demikian pernyataan Saudia.
Saudia meminta penumpang memeriksa status penerbangan mereka sebelum ke bandara. Mereka akan menyampaikan pembaruan informasi melalui saluran komunikasi resmi yang terhubung dengan data pemesanan.
Saudia juga menegaskan informasi lanjut tentang perubahan jadwal atau kebijakan operasional akan diumumkan dalam pernyataan resmi berikutnya.
Pembatalan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran, yang memicu kewaspadaan di sejumlah negara.
Penutupan wilayah udara di beberapa titik dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk keselamatan penerbangan sipil.
Sebagai salah satu maskapai utama di Timur Tengah, Saudia melayani rute internasional ke Asia, Eropa, dan Amerika. Pembatalan ini berpotensi berdampak pada mobilitas penumpang, termasuk perjalanan umrah dan penerbangan komersial lain.
Hingga kini, maskapai bersama otoritas penerbangan setempat masih terus memantau perkembangan situasi keamanan regional sebelum memutuskan pemulihan operasi penuh.