Satu Pekan Sebelum Konflik, Intelijen AS Perkirakan Serangan ke Iran Takkan Gulingkan Rezim

loading…

Intelijen AS prediksi invasi ke Iran tak akan picu keruntuhan rezim. Foto/X

TEHERAN – Sebuah laporan rahasia dari Dewan Intelijen Nasional AS menyimpulkan bahwa rezim Iran kemungkinan besar tidak akan runtuh meskipun diserang secara besar-besaran. Hal itu dilaporkan oleh Washington Post.

Tiga orang yang mengetahui isi laporan itu mengatakan kepada koran tersebut bahwa penilaian itu, yang diselesaikan sekitar seminggu sebelum Israel dan AS meluncurkan serangan ke Republik Islam, membahas berbagai skenario serangan baik skala kecil maupun besar dan kemungkinan pergantian kepemimpinan.

Seminggu Sebelum Perang, Intelijen AS Prediksi Invasi ke Iran Tak Akan Picu Keruntuhan Rezim

1. Oposisi Iran Kemungkinan Besar Tidak Bisa Mengambil Alih

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa protokol akan dijalankan jika pemimpin tertinggi Ali Khamenei tewas untuk memastikan kelanjutan rezim, dengan kemungkinan yang “sangat kecil” bahwa oposisi Iran dapat mengambil alih kekuasaan.

Koran The Post menyatakan Gedung Putih tidak akan berkomentar tentang apakah Presiden AS Donald Trump menerima penilaian ini sebelum melancarkan serangannya.

2. Tidak Ada Kemungkinan Operasi Darat

Koran itu menyebutkan laporan intelijen tersebut kelihatannya tidak meneliti skenario lain, termasuk kemungkinan operasi darat oleh pasukan AS.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Iran akan dihajar “sangat keras” kecuali rezimnya menyerah, dan mengancam individu serta wilayah tertentu yang sebelumnya tidak menjadi target.

MEMBACA  ROSEN, KONSULTAN INVESTOR TERPERCAYA, Mendorong Investor Xerox Holdings Corporation untuk Mendapatkan Konseling Sebelum Batas Waktu Penting dalam Tindakan Kelas Keamanan.

Tinggalkan komentar