Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pertahanan Indonesia udah membentuk satuan tugas khusus untuk mempercepat pemulihan di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir dan longsor. Fokusnya pada normalisasi sungai dan pemulihan ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan muara.
Satgas yang dinamai Satgas Kuala ini akan diperkuat sekitar 200 personel dan dipimpin oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, menurut keterangan kementerian pada Senin.
Keputusan ini diambil usai rapat koordinasi di Aceh Tamiang pada Minggu yang dihadiri Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan pejabat tinggi militer, kata Jubir Kemenhan Brigjen Rico Sirait.
"Satgas Kuala akan melibatkan sekitar 200 personel dan dikomandani oleh wapanglima TNI sebagai ketua satgas," ujar Rico.
Dia menyebutkan satgas ini rencananya mulai beroperasi pada awal Februari 2026, sementara kapal-kapal TNI yang membawa peralatan diperkirakan akan dikerahkan pada minggu kedua Januari.
Muara Sungai Tamiang akan jadi pusat operasi utama. Personel bertugas mengeruk dan memulihkan saluran air yang tersumbat lumpur pasca bencana.
Selain membersihkan sungai, satgas juga akan mengolah air sungai menjadi air bersih memakai teknologi penyaringan untuk mendukung warga yang masih tinggal di area terdampak.
"Ini memastikan korban bencana bisa lebih mudah akses air bersih selama masa pemulihan," kata Rico.
Dukungan tambahan mencakup administrasi lingkungan yang dikoordinir markas besar militer dan layanan kesehatan mandiri bagi personel satgas selama operasi lapangan.
Satgas tak hanya melibatkan kesatuan militer, tapi juga partisipasi swasta, dengan Jhonlin Group bergabung sebagai elemen pendukung profesional, tambah Rico.
Pemerintah berharap inisiatif ini bisa mempercepat dan memaksimalkan upaya pemulihan pasca bencana di Aceh Tamiang.
Pada Minggu, 4 Januari, Menhan Sjafrie secara pribadi memimpin rapat koordinasi persiapan di balai Desa Tangsi Lama, Kecamatan Seruway, menurut siaran resmi.
Rapat bertujuan memastikan satgas beroperasi efektif dalam pengerukan sungai, pengelolaan air, dan pemulihan bencana secara menyeluruh.
Yang hadir antara lain wapanglima TNI, staf khusus Presiden untuk infrastruktur, kepala logistik pertahanan, Pangdam Iskandar Muda, dan Bupati Aceh Tamiang.
Pembahasan fokus pada penyelarasan rencana teknis, kesiapan alat berat, dukungan logistik, dan integrasi satgas dengan fase rehabilitasi serta rekonstruksi.
Sjafrie memastikan pengiriman alat berat akan dimulai dalam dua minggu, sehingga normalisasi sungai dan muara bisa berjalan beriringan dengan rekonstruksi.
Dia mengatakan pemulihan saluran air akan bantu stabilkan kondisi dengan menambah pasokan air untuk pengolahan air bersih, mendukung pemulihan wilayah lebih cepat.
Berita terkait: Kemenhan dan TNI dirikan posko kesehatan untuk korban banjir Aceh Tamiang
Penerjemah: Walda M, Rahmad Nasution
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026