Satgas Gabungan Papua Sita Senjata Rakitan di Yahukimo

Jayapura, Papua (ANTARA) – Satuan tugas gabungan di Kabupaten Yahukimo, Papua, menyita senjata api rakitan panjang di dekat Jalan Gunung, Kompleks Kali T, Dekai, kata Brigjen Faizal Rahmadani pada Rabu.

Senjata itu diamankan oleh personel Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo pada Selasa, 2 Februari, pukul 14.33 WIB, berdasarkan informasi dari warga setempat.

“Dipimpin oleh Komisaris Sarraju dari Divisi Penegakan Hukum satgas dan didampingi oleh Aipda Samuel Yunus dari intelijen Polres Yahukimo, tim langsung menuju lokasi untuk menyelidiki dan mengamankan senjata tersebut,” ujar Faizal.

Penyelidik menemukan senapan itu dibelakang sebuah rumah kosong dekat lokasi yang dilaporkan dan menyitanya sebagai barang bukti.

Senjata itu dibawa ke markas Polres Yahukimo untuk penyelidikan lebih lanjut, kata pihak berwajib.

“Tindakan ini bagian dari langkah pencegahan dini terhadap potensi ancaman keamanan publik di Papua pegunungan, khususnya di Yahukimo,” tambah Faizal.

Dia mengatakan setiap informasi yang berpotensi ancaman bagi keamanan publik ditindaklanjuti tanpa penundaan.

“Ini merupakan komitmen satgas untuk mencegah gangguan keamanan dan memastikan warga merasa aman dalam aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Kelompok separatis Papua telah meningkatkan serangan di provinsi-provinsi paling timur Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, menargetkan warga sipil, pekerja, dan aparat keamanan dalam kampanye untuk menyebarkan ketakutan dan melemahkan otoritas negara.

Kelompok bersenjata yang terkait dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sering menggunakan taktik serangan mendadak terhadap pasukan Indonesia dan melakukan aksi kekerasan terhadap warga sipil di kabupaten-kabupaten seperti Intan Jaya, Nduga, Yahukimo, dan Puncak.

Targetnya termasuk pekerja konstruksi, pengojek, guru, pelajar, penjual makanan, dan kru pesawat sipil.

Beberapa insiden penting di antaranya:
– 2 Desember 2018: Pemberontak membunuh 31 pekerja PT Istaka Karya yang membangun jalan Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.
– 2 Maret 2022: Delapan teknisi Palaparing Timur Telematika (PTT) ditembak mati di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, saat memperbaiki menara telekomunikasi Telkomsel.
– 7 Februari 2023: Pilot asal Selandia Baru, Phillip Mark Mehrtens, disandera kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya setelah mendaratkan pesawat Susi Air di Kabupaten Nduga. Pesawatnya kemudian dibakar.
– 16 Oktober 2023: Separatis menyerang penambang emas di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, menewaskan tujuh orang.
– 25 November 2023: Empat prajurit TNI tewas dalam baku tembak dengan pemberontak di Distrik Paro, Kabupaten Nduga.
– 19 Januari 2024: Aparat keamanan bentrok dengan kelompok bersenjata di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Perwira Brimob, Alfando Steve Karamoy, terluka tembak.
– 10 April 2024: Komandan Koramil 1703-04 Aradide, Letda Oktovianus Sogalrey, tewas ditembak di Kabupaten Paniai, Papua Tengah.
– April 2025: Enam belas penambang emas ilegal ditembak mati kelompok bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
– 6 Oktober 2025: Komandan TPNPB, Mayu Waliya, tewas dalam baku tembak dengan Satgas Gabungan Habema di Kabupaten Lanny Jaya.

MEMBACA  Inaplas Menyatakan Dampak Positif Perpanjangan HGBT ke Sektor Industri

Berita terkait: Indonesia upayakan sinergi untuk pembangunan di Papua
Berita terkait: Mahasiswa Papua ingat ajakan Prabowo untuk mengabdi pada Indonesia

*Penerjemah: Evarukdijati, Rahmad Nasution
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026*

Tinggalkan komentar