Satgas Fokus Pulihkan Sungai dalam Pemulihan Sumatra

Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra telah menetapkan pemulihan sungai sebagai prioritas jangka panjang yang krusial untuk menghidupkan kembali irigasi bagi sawah dan tambak setempat.

Ketua Satgas, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan di Jakarta pada Kamis bahwa langkah ini penting untuk mendukung warga yang bergantung pada sektor ekonomi utama seperti pertanian dan perikanan.

Berdasarkan data satgas, mayoritas sungai yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara pada akhir 2025 mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.

"Sungai-sungai ini adalah prioritas kami. Ini akan memakan waktu lama karena jumlahnya banyak," ujarnya dalam pernyataan.

Catatan satgas menunjukkan puluhan sungai di daerah terdampak berada dalam kondisi beragam, mulai dari sedimentasi berat dan tanggul rusak hingga perubahan alur alami sungai.

Di Aceh, 55 sungai terdampak dan memerlukan penanganan bertahap. Kerusakan tersebar di Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tenggara, dan Subulussalam.

Di Sumatra Utara, 48 sungai terdampak, tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Sibolga, Medan, Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Mandailing Natal, dan Batu Bara.

Sementara di Sumatra Barat, tercatat 43 sungai terdampak di Padang, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Solok, Tanah Datar, Agam, dan Pesisir Selatan.

Menurut Karnavian, pemulihan sungai dilakukan dengan dua pendekatan utama: penanganan darurat untuk mengantisipasi dampak lanjutan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi untuk perbaikan permanen.

Dia menyebut kondisi geografis daerah terdampak yang tersebar sebagai tantangan unik bagi upaya pemulihan, membuatnya berbeda dari bencana yang terpusat di satu lokasi.

MEMBACA  Perkuat Solidaritas Pekerja Lokal dan Asing, IWIP Gelar Beragam Perlombaan dalam Rangka HUT ke-77 RI

Meski demikian, satgas memastikan upaya penanganan berjalan seiring dengan pemulihan sektor lainnya.

Hingga saat ini, sebagian besar jalan nasional telah berfungsi penuh, dan distribusi logistik tidak lagi terhambat, mendukung percepatan pemulihan sungai di berbagai daerah.

Selain itu, pemerintah memastikan upaya pemulihan terintegrasi dengan pememulihan sektor lain, seperti pertanian, tambak, dan permukiman di sepanjang daerah aliran sungai.

Karnavian menekankan, pemulihan pascabencana tidak hanya diukur dari penurunan jumlah pengungsi, tetapi juga kemampuan daerah untuk menjadi aman dan produktif kembali, termasuk dalam hal pengelolaan sungai.

Berita terkait: Empat bulan pascabencana, Sumatra beralih dari darurat ke rekonstruksi
Berita terkait: Indonesia salurkan Rp22,6 miliar untuk perbaikan rumah di Samosir
Berita terkait: Kementerian kerahkan semua pekerja sosial awasi bantuan bencana di Sumatra

Penerjemah: Fianda Sjofjan, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar