Satgas Dikerahkan Usai Pilot Smart Air Tewas di Papua Selatan

JAYAPURA (ANTARA) – Satuan Tugas Peace Cartenz telah mengerahkan personilnya ke wilayah Koroway Batu di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, untuk menjaga keamanan pasca terbunuhnya dua pilot Smart Air dalam dugaan serangan kelompok bersenjata pada Rabu.

“Tidak ada polisi yang ditugaskan di daerah tersebut. Oleh karena itu, Satgas Peace Cartenz memutuskan untuk mengerahkan personilnya untuk mengamankan wilayah itu dari kelompok kriminal bersenjata,” kata Kepala Operasi Satgas, Brigjen Faizal Rahmadani, kepada ANTARA di sini, Kamis.

Dia mengatakan petugas satgas tiba pada Rabu sore setelah mendapat laporan kejadian di Bandara Koroway Batu dan telah memulai penyelidikan.

Rahmadani mengonfirmasi bahwa korban telah dievakuasi dari bandara dan dibawa ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Dia menambahkan bahwa pesawat Cessna Grand Caravan milik Smart Air terkena tembakan saat mendarat. Pilot dan kopilot tewas setelah berusaha lari dari penyerang saat keluar dari pesawat.

Kedua awak tersebut diidentifikasi sebagai pilot Egon Erawan dan kopilot Baskoro, ujar Kepala Bagian Penerangan Polri Papua, Kombes Cahyo Sukarnito.

Seluruh 13 penumpang di dalam pesawat, termasuk seorang bayi, tidak terluka.

Kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan gerakan separatis OPM sering melakukan serangan sembunyi-sembunyi yang menargetkan personil keamanan dan warga sipil, termasuk pekerja konstruksi, guru, driver ojek, pedagang kaki lima, dan pesawat sipil.

Dalam kasus terpisah yang cukup terkenal, pilot asal Selandia Baru, Phillip Mark Mehrtens, disandera oleh kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya pada 7 Februari 2023 di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Dia disergap tak lama setelah mendarat, ditahan selama lebih dari setahun, dan dibebaskan pada September 2024.

Berita terkait: Pilot Smart Air Tewas di Bandara Papua Selatan, Diduga Diserang Kelompok Bersenjata

MEMBACA  Menteri Keuangan: Warga RI Akan Sibuk Menikmati Hidupan Enak, Bukan Demo

Berita terkait: TNI Gagalkan Serangan OPM, Delapan Pemberontak Dinertalisir

Penerjemah: Evarukdijati, Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar