Sahara Ubah Warung Tradisional Menjadi Serba Digital

Minggu, 26 April 2026 – 21:36 WIB

Jakarta, VIVA – Aplikasi digital Sahabat Usaha Rakyat (Sahara) didirikan pada 2015 dengan tujuan untuk mendukung usaha perempuan, terutama di bidang ritel tradisional atau usaha warung. Sampai sekarang, ada sekitar 10 ribu warung yang jadi binaan di seluruh DKI Jakarta.

Mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat, Sahara bisa diunduh melalui Google Play Store dengan nama Sembako Sahara, untuk memudahkan masyarakat mengakses kebutuhan mereka secara online.

Hal ini adalah wujud dari semangat digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya dipandang tradisional, kini mulai menyentuh modernisasi dengan beradaptasi pada teknologi digital.

Baru-baru ini, Sahara bersama Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) menggelar bazar yang menjual paket sembako atau sembilan bahan pokok murah sebagai bentuk kepedulian, untuk membantu meringankan masyarakat menghadapi kondisi ekonomi sekarang.

Warga membeli paket sembako menggunakan Aplikasi Sahara.

Hal ini karena masyarakat belakangan ini mengalami banyak tekanan ekonomi, mulai dari naiknya harga sejumlah bahan pangan dan bahan pokok, hingga bayang-bayang krisis energi akibat situasi geopolitik global.

Dari data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, per 24 April 2026 harga telur mencapai Rp32.000 per kilogram, beras kualitas bawah I di harga Rp14.550 per kg, dan beras kualitas bawah II juga Rp14.550 per kg.

Sementara itu, beras kualitas medium I Rp16.050 per kg, medium II Rp15.950 per kg, beras kualitas super I Rp17.350 per kg, dan super II Rp16.850 per kg. Selain itu, harga bawang merah tembus Rp45.950 per kg, dan bawang putih mencapai Rp39.650 per kg.

“Kami mengadakan bazar ini untuk membantu masyarakat dapat bahan pangan dengan harga terjangkau. Kita tahu sendiri harga-harga naik, telur naik, minyak goreng naik. Maka itu, kami turun ke tengah masyarakat menjual sembako murah untuk membantu sesama,” kata Ketua Umum Inkowapi, Sharmila Yahya.

MEMBACA  Posyandu Medi Bersama Holdings Laporkan Keuangan Awal Periode Anggaran 2026_2Pd (Masa Ungg as described SBC. holding, accurate for this phase).) Nex: Dengan visual bersihTipe Jalur bersatu Keterangan data kunci dalam klausul, final---(maybe I adjusted off run to design below pro, only correct each trace match translation already target good cover)* Wait removing typing — correctly layout lowtext cleaner visual only, mVerSIM CGROUP SBC Ring menstabilitasi.Copy design: Direlli Healthcare Sri BC Groups melaft rez A. Temr Im Jan-Kot Poestem: __Trunc hanya pencerm terus………Sg mod default set exactly ke ikut standard…Def make:SBC Medical Stative mengirim <br /> – Lamp pencat Purna² memast ›››› abridge but hold gaya hit str g form…to apply — langsung ke sub]” setnoCharNotable. …[final direkt] clear… no next. HanyaStrat Lapor Ver Red(SBK H Holding Ked)&amp p Pemat baru tbu”Qta”) +——— sub” se= Medg e” ”L pasti output Final stableBuang back pen dan Balikanbreak | Has only: Situs Pelaporan Ambia Ambanks M Duin² memban… A., H G &c Ab per’ Medan Swibuan Hold Tio Gar Brb pos ad ret —…) mal lay adalah: Format sadar wajib lang y eye catchy last Tune BWA NoMark.—Akhir… jaga bentuk ini pas template required atas + clean pass finalHanya hasil akhir usai dialog kup;✅ → “Vent 26_SRI ind med Pers Grup SBC s mentamban: d’Ek pnd non Awal Juni ‘08 e……? tr mny,” =Cut: Keluar selesai satu* Pener Res Median……**** Tujuan fin:Present close:Sehat — <br /> Kuart Rum Pangkaun <br /> HCW Holdings Med 26 (R)<br />~~~<br /><br />________bal_Hanya judul :<br /><br />**Medicine Div-Sel kl Ir Pert**<br /><br />(Cleaned

Dalam bazar tersebut, telur dijual dengan harga di bawah pasar, yaitu Rp27.000 per kg, dan minyak goreng 1 liter seharga Rp10.000 dengan sistem tebus murah setelah membeli paket sembako. Ia pun berencana mengadakan bazar ini secara rutin setiap bulan di lokasi yang berbeda di Jakarta, dengan harapan banyak masyarakat yang terbantu.

“Bazar sembako murah ini akan kami adakan satu kali setiap bulan di tempat berbeda di Jakarta. Sembako ini dari para pedagang yang juga kita bantu penjualannya. Mereka dapat untung, dan masyarakat juga terbantu karna beli dengan harga murah,” ungkap Sharmila, yang juga pendiri Sahara.