Jumat, 6 Februari 2026 – 02:20 WIB
VIVA – Membahas cedera di area intim pria memang bukan topik yang biasa dibicarakan di masyarakat. Tapi, penting bagi kita untuk memahami jenis-jenis cedera yang mungkin terjadi pada organ intim. Dengan tau jenis cederanya, kita bisa lebih siap mengatasinya.
Baca Juga :
Apakah Organ Intim Kamu Normal? Coba Cek di Sini
Lalu, cedera apa saja itu dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasannya, dikutip dari laman Men’s Health, Jumat, 6 Februari 2026.
1. Patah Penis
Baca Juga :
Organ Intimnu Terasa Sakit? Ini 8 Jenis Nyeri yang Perlu Pria Waspadai dan Penyebabnya
Patah penis memang terdengar aneh karena penis tidak punya tulang. Tapi yang rusak sebenarnya adalah lapisan luar jaringan ereksi, yang disebut tunica albuginea. Cedera ini biasanya terjadi saat penis yang ereksi tertekuk secara tiba-tiba dan keras, disertai rasa sakit langsung, suara “pop”, serta bengkak atau memar. Kadang penis bisa membengkak dan berubah warna ungu, yang oleh ahli urologi disebut deformitas terong.
Penyebab paling umum adalah posisi saat berhubungan intim yang membuat kontrol ritme atau kecepatan sulit, sehingga penis yang ereksi tak sengaja menabrak benda keras, biasanya tulang panggul. Posisi yang paling rawan antara lain doggy style, missionary, dan reverse cowgirl.
Baca Juga :
Organ Intim Juga Berubah Seiring Usia, Ini yang Terjadi pada Tubuh Pria Tanpa Disadari
Jadi, pelajarannya? Perhatikan ritme dan kecepatan saat berhubungan. Jika sampai mengalami patah penis, jangan tunda. Segera ke UGD. Ini adalah keadaan darurat bedah, dan penanganan cepat bisa mencegah komplikasi seperti disfungsi ereksi atau penis melengkung permanen.
2. Penis Terjepit
Masalah umum lain adalah penis terjepit, misalnya karena benda yang dipasang di penis. Ini terjadi saat orang menggunakan benda yang tidak dirancang untuk itu, seperti ikat rambut, karet gelang, atau benda sehari-hari lain.
Biasanya hal ini terjadi karena rasa penasaran seksual dan tidak memiliki cock ring atau alat pengikat penis yang aman. Masalahnya, benda pengganti ini bisa tersangkut, membuat penis bengkak, dan sulit dilepas. Jika dibiarkan terlalu lama—bahkan beberapa jam saja—aliran darah bisa terhenti, sehingga menyebabkan kerusakan jaringan atau bahkan gangren jika tidak segera ditangani.
Pelajarannya? Gunakan produk yang aman untuk tubuh yang memang dibuat untuk aktivitas seksual, dan mudah dilepas. Jika aliran darah terhenti, segera ke rumah sakit. Dokter bisa melepas benda tersebut dengan aman sebelum kerusakan permanen terjadi.
Halaman Selanjutnya
Catatan: Ada jenis penis terjepit yang bisa terjadi pada anak-anak. Ahli urologi kadang menemukan kasus penis anak tersangkut benang, tali, atau bahkan helai rambut. Jadi, jika anak rewel atau tidak bisa ditenangkan, periksa area genital mereka untuk memastikan hal ini tidak terjadi.