Bontang, Kaltim (ANTARA) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa revitalisasi industri pupuk hingga 2029 dapat menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen dan meningkatkan produktifitas sebanyak 700.000 ton.
“Produksi dapat naik 700.000 ton tanpa menambah beban anggaran negara,” ujarnya saat peresmian Pabrik Amonia 2 milik produsen pupuk BUMN Pupuk Indonesia yang direvitalisasi di Bontang, Kalimantan Timur, pada Kamis.
Dalam inisiatif revitalisasi industri pupuk tersebut, ia menyebut pemerintah menargetkan meresmikan tujuh pabrik pupuk yang direvitalisasi dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian kebijakan strategis untuk memperkuat industri pupuk nasional.
Menurut Sulaiman, kebijakan revitalisasi ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan dipantau secara ketat bersama DPR, khususnya Komisi IV, untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani.
Menteri juga mencatat bahwa efisiensi produksi meningkat sekitar 10 persen pasca revitalisasi Pabrik Amonia 2, yang akan langsung berkontribusi meningkatkan hasil pertanian nasional.
Dia menyebutkan, sektor pupuk telah menghasilkan tambahan keuntungan sebesar Rp132 triliun pada tahun 2025. Meski begitu, dia menekankan perlunya memastikan distribusi pupuk tepat waktu, karena keterlambatan sangat mempengaruhi produksi.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menjelaskan bahwa Pabrik Amonia 2 merupakan fasilitas tertua, yang awalnya diresmikan pada 29 Oktober 1984 oleh Presiden Kedua Soeharto.
Sejak awal, pabrik ini dibangun dengan visi besar kemandirian industri dan ketahanan pangan. Dia menambahkan bahwa visi ini berlanjut hingga kini melalui revitalisasi pabrik.
Revitalisasi Pabrik Amonia 2 Pupuk Indonesia diperkirakan mampu menekan biaya operasional hingga Rp200 miliar dan mengurangi emisi sebanyak 110.000 ton, sehingga lebih ramah lingkungan.
Pribadi menekankan, revitalisasi pabrik ini merupakan bagian dari tujuh komitmen Pupuk Indonesia kepada pemerintah, dengan satu pabrik telah diresmikan dan tiga pabrik saat ini sedang dalam tahap pembangunan.