Respons Legenda Ajax terhadap Maraknya Pemain Diaspora di Liga Super

Sabtu, 14 Februari 2026 – 15:48 WIB

Kepala Pemandu Bakat PSSI, Simon Tahamata, angkat bicara soal banyaknya pemain diaspora yang sekarang meramaikan Super League. Menurutnya, kehadiran para pemain naturalisasi itu harus jadi contoh yang baik, bukan bahan perdebatan.

Sejauh ini, lebih dari 10 pemain yang sebelumnya berkarier di Eropa pilih lanjutkan kiprah di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Tapi Om Simon—sapaan akrabnya—tegaskan dirinya tidak tertarik masuk dalam perdebatan pro dan kontra.

“Yang penting mereka berbaur dengan pemain Timnas di sini. Sekali lagi, Indonesia besar. Banyak bakat di sini,” ujarnya.

Bagi legenda Ajax Amsterdam itu, masalah utama bukan soal asal-usul pemain. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana semua pemain, baik lokal maupun naturalisasi, bisa kasih teladan di dalam dan luar lapangan.

Simon tekankan bahwa fokus sepak bola Indonesia saat ini harus ke pembenahan sistem pembinaan usia dini. Dia secara khusus kasih pesan buat para pelatih yang menangani kelompok umur.

“Saya mau kasih pesan untuk pelatih-pelatih yang mulai dengan anak-anak muda. Mereka pengaruhi anak-anak 12, 13 tahun. Jangan sampai mereka lihat contoh yang tidak bagus,” katanya.

Menurut Simon, masa depan Timnas Indonesia ditentukan dari bagaimana generasi muda dibentuk sekarang. Dia tidak menampik bahwa skuad Merah Putih saat ini bisa saja diisi banyak pemain naturalisasi. Tapi untuk jangka panjang, dia ingin lihat lebih banyak pemain yang lahir dan besar di Indonesia yang isi tim nasional.

“Kalau saya, saya akan cari anak-anak di sini. Karena di sini ada banyak paket. Indonesia besar,” tegasnya.

Kata Calvin Verdonk soal Pemain Keturunan yang Berkarier di Super League

Calvin Verdonk menilai pemain diaspora yang berkarier di Liga 1 Indonesia bisa kasih dampak positif karena dapat menit bermain buat kekuatan Timnas.

MEMBACA  BMO melihat potensi namun tetap waspada terhadap saham Driven Brands oleh Investing.com

VIVA.co.id
14 Februari 2026